:
:
News
Bank Indonesia Segera Terapkan Aturan GWM Averaging untuk Bank Syariah

gomuslim.co.id- Sebagai induk, Bank Indonesia (BI) terus berupaya mendorong pengembangan industri perbankan di Tanah Air, termasuk bank syariah. Baru-baru ini, bank sentral berencana menerapkan kebijakan Giro Wajib Minimum (GWM) rata-rata atau GWM Averaging untuk perbankan syariah.

Menurut Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo, kebijakan ini dilakukan agar likuiditas sektor perbankan syariah dapat meningkat dan meningkatkan penyaluran pembiayaan. "Ke depan, sistem GWM Averaging Ini akan dikembangkan untuk bank syariah, tidak hanya bank konvensional," ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa aturan ini sebelumnya hanya berlaku per Juli 2017 untuk perbankan konvensional. Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan perhitungan rata-rata GWM Primer kepada simpanan bank berdenominasi valas, bukan hanya rupiah. "Kami perkirakan semester II 2018 (untuk penerapan di bank syariah dan simpanan valas)," kata Agus.

Nantinya, lanjut dia, akan ada instrumen-instrumen syariah yang akan diterapkan, sejalan dengan karakteristik sistem perbankan syariah yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah di dalam transaksinya. "Dengan GWM Averaging itu perbankan syariah tidak harus memenuhi GWM nya setiap hari, sehingga mereka bisa ditaruh di instrumen keuangan lainnya dan juga mendorong kredit," jelasnya.

GWM sendiri adalah dana atau simpanan yang harus dipelihara bank dalam bentuk saldo rekening giro di BI. Sebelumnya, BI menerapkan kebijakan GWM harian, namun kemudian diubah menjadi harian dan averaging. Perubahan kebijakan ini nantinya bakal membuat bank syariah lebih fleksibel dalam mengelola likuiditasnya.

GWM Averaging saat ini hanya berlaku bagi bank konvensional dengan komponen yang dihitung secara rata-rata sebesar 1,5 persen dari total rasio GWM Primer sebesar 6,5 persen. Adapun sisanya, yakni 5 persen, masih harus dipenuhi dengan skema tetap (fixed) dan dihitung setiap akhir hari. Sedangkan untuk bank syariah, rasio GWM Primer saat ini yang harus dipenuhi adalah lima persen.

Porsi 1,5 persen dari total GWM-Primer yang hanya dihitung secara rata-rata dan setiap akhir pekan diharap dapat dialirkan oleh bank untuk membeli surat utang di pasar atau meminjamkannya ke bank-bank kecil di pasar uang antar bank (PUAB).

Di sisi lain, penerapan GWM Averaging ini, akan membuat sistem moneter semakin baik. Penyempurnaan aturan GWM Primer tersebut dituangkan dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/6/PBI/2017 tentang Perubahan Kelima Atas Peraturan Bank Indonesia Nomor 15/15/PBI/2013 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum dalam Rupiah dan Valuta Asing Bagi Bank Umum Konvensional.

Bank Indonesia (BI) sendiri memproyeksikan pertumbuhan kredit 2018 akan mencapai 10-12 persen. Pertumbuhan kredit 2018 diperkirakan lebih baik dibandingkan 2017 yang ditargetkan tumbuh 8 persen. (njs/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store