:
:
News
Inilah Kampung Tanpa Asap Rokok dari Program Pemberdayaan BAZNAS

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program pemberdayaan masyarakat bertajuk Kampung Tanpa Asap Rokok (KTAR). Kampung tersebut berlokasi di Dukuh Sulangkidul, Desa Jetis, Kabupaten Bantul, Yogyakarya.

Kepala Rumah Sehat BAZNAS (RSB) Indonesia dr. Meizi Fachrizal Achmad, mengatakan berdasarkan data seperti pernah diteliti dan ditulis Profesor Dadang Hawari bahwa 90 persen pengguna narkoba berasal dari perokok. Karena itu, pihaknya mendaftarkan kampung ini  sebagai bagian dari list program Zakat for SDGs. Dari 17 poin Sustainable Development Goals yang merupakan program Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan masuk bidang kesehatan.

 “Program ini terdapat di beberapa titik di Indonesia termasuk di Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung, tempat Rumah Sehat BAZNAS-PT Timah,” ujar dr. Fachri.

Lebih lanjut, dia menjelaskan KTAR adalah program pemberdayaan masyarakat yang ditargetkan dalam 2 tahun bisa dikembangkan menjadi program nasional yang diterapkan BAZNAS di seluruh Indonesia. Semula banyak warga yang keberatan terhadap ide tersebut, sehingga setiap ada kegiatan mereka lebih suka berada di luar ketimbang dalam rumah untuk menghindari imbauan tidak merokok.

“Tapi karena tim RSB Yogayakarta gencar melakukan persuasi dan sosialisasi, kini warga sadar dan ikut mengampanyekan gerakan ini,” kata dr. Fachri.

Kini warga yang ingin merokok tak lagi melakukannya di tempat ibadah, sarana pendidikan, pekarangan, dalam rumah dan sejenisnya. “Ini dibuat agar seluruh warga, baik perokok maupun bukan, merasa nyaman,” katanya.

Hal sama disampaikan tokoh masyarakat Bantul, Mbah Tujilan. Menurut dia, larangan merokok juga berlaku bagi para pendatang atau tamu yang berkunjung ke permukiman warga.

Kata Mbak Tujilan, warung-warung rokok juga ikut mendukung dengan tidak memasang poster dan iklan rokok, menganjurkan orang tua mengganti rokok dengan permen atau jamu serta melarang anak-anak membeli rokok.

“Tidak ada hukuman yang diterapkan kepada warga. Kalau mereka ingin merokok yang penting tidak terlihat di mata umum,” tuturnya.

Dia menambahkan, kini anggota keluarga masyarakat juga sudah memiliki kesadaran yang baik tentang bahaya merokok. Pecandu rokok akan malu sendiri bila merokok diketahui oleh tetangga hingga anak-anak. (fau/baznas/dbs)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store