:
:
News
Deputi Gubernur BI Sebut Swasembada Pangan Halal Bakal Dorong Perekonomian Nasional

gomuslim.co.id- Industri produk halal mempunyai potensi yang sangat besar untuk terus berkembang. Hal ini seiring dengan kebutuhan dari konsumen muslim yang terus meningkat setiap tahunnya. Apalagi Indonesia sebagai Negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar dunia perlu mewujudkan swasembada pangan halal di masa depan.

Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo beberapa waktu lalu. Menurutnya, perwujudan swasembada makanan halal ini akan mendorong peningkatan aktivitas perekonomian terutama di sektor syariah.

“Saat ini Indonesia masih menjadi konsumen terbesar produk makanan halal di dunia. Sementara orang Indonesia sendiri belum bisa memastikan makanan yang dikonsumsi halal dan thoyyib. Padahal di negara-negara lain, seperti Australia telah menjadi pengekspor terbesar daging halal di dunia, Thailand juga memikiki visi menjadi halal kitchen,” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa aktivitas swasembada makanan halal ini akan sangat besar. Makanan halal, kata dia, tidak sekadar masalah proses penyembelihan, melainkan juga proses pengemasan dan kualitas produk hingga sampai ke konsumen perlu dipastikan halal dan thoyyib.

Sebagai langkah mewujudkan hal tersebut, Perry menyebut pentingnya menciptakan mata rantai atau supply chain dari produsen sampai konsumen. Proses tersebut antara lain melibatkan petani, nelayan, distributor, pemasaran makanan halal, dan sebagainya. Sehingga akan tercipta aktivitas perekonomian yang besar.

"Bayangkan saja, apakah beras, daging ayam, daging ikan dikembangkan di Indonesia. Kue terbesar petani, nelayan, distributor, marketing makanan halal. Jadi, perlu diciptakan mata rantai dan perlu ada sertifikasi halal. Harus diciptakan. Banyak yang dilakukan. Itu di bidang halal," jelasnya.

Perry menambahkan, aktivitas yang besar tersebut akan membutuhkan pembiayaan. Sehingga dengan sendirinya kegiatan perbankan akan tumbuh. Hal itu akan mendorong sektor keuangn syariah keluar dari jebakan pangsa pasar 5 persen sejak 20 tahun yang lalu.

Selain itu, ia juga menekankan, ke depan ekonomi syariah tidak hanya difokuskan pada sektor keuangan. Sektor keuangan dinilai penting, tapi tidak akan bisa berjalan kalau tidak didorong dari aktivitas ekonomi.

Karenanya, Bank Indonesia berkolaborasi dengan sejumlah instansi baik dalam menciptakan regulasi maupun mengembangkan program. Salah satu programnya dengan pemberdayaan ekonomi pesantren dan kelompok muslim. Ada 67 pesantren yang diberdayakan ekonominya.

“Sejumlah pesantren juga telah memiliki beberapa bisnis, misalnya daur ulang sampah, pertanian, perdagangan, bengkel, dan marketing. Hal lainnya yang dilakuka adalah memfasilitasi melalui Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) dalam program aksi nasional,” katanya. (njs/dbs/foto:redio)

Responsive image
Other Article
Responsive image