:
:
News
Dubai Jadi Tuan Rumah Ajang Penghargaan Ekonomi Islam 2017

gomuslim.co.id- Sejalan dengan arahan Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Putra Mahkota Dubai dan Ketua Dewan Eksekutif Dubai, Pusat Pengembangan Ekonomi Islam Dubai atau Dubai Islamic Economy Development Centre (DIEDC) bersiap untuk menjadi tuan rumah penghargaan Ekonomi Islam ke-5 pada Senin, (27/11/2017) mendatang di bawah naungan Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum, Wakil Presiden dan Perdana Menteri Uni Emirat Arab (UEA) dan Penguasa Dubai.

Inisiatif bersama DIEDC dan Kamar Dagang dan Industri Dubai (Dubai Chamber), Penghargaan tersebut mengakui upaya institusi dan pengusaha di seluruh dunia dalam menawarkan konsep inovatif yang paling mengintegrasikan standar ekonomi Islam dan memberi dampak positif pada ekonomi sosio-ekonomi global. pengembangan.

Acara tersebut akan memberikan delapan penghargaan, serta Lifetime Achievement Award kepada satu individu terkemuka yang karyanya selama beberapa dekade telah mengilhami orang lain dan memiliki dampak positif yang besar terhadap ekonomi Islam.

Sultan bin Saeed Al Mansouri, Menteri Ekonomi dan Ketua DIEDC, kepada publikasi HalalFocus mengatakan inovator di sektor ekonomi Islam merupakan pengakuan atas dampak inovasi dalam mencapai kesinambungan dengan semua dimensi sosioekonominya. Hal ini juga merupakan pengakuan atas prinsip dan standar yang mendefinisikan ekonomi Islam dan kemampuan mereka untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat.

Penghargaan Ekonomi Islam mendapat tambahan signifikansi dengan ekonomi Islam yang diperkirakan bernilai lebih dari USD 3 triliun pada 2021.

"Pemerintah UAE berharap dapat menandai tonggak bersejarah yang bersejarah pada tahun 2071 melalui upaya mengamankan sumber daya untuk tumbuh dan diversifikasi pendapatan nasional dari minyak, meningkatkan produktivitas di sektor ekonomi nasional, berinvestasi pada kemampuan kaum muda, dan memperkuat nilai dan etika di ekosistem pendidikan. Inilah prinsip-prinsip yang menjadikan ekonomi Islam sebagai mitra kunci dalam membangun generasi yang akan menikmati hidup bahagia, lingkungan yang aman dan kesempatan yang lebih besar untuk berkomunikasi dengan dunia, “ paparnya.

Selain itu, Abdulla Mohammed Al Awar, CEO Dubai Islamic Economy Development Center (DIEDC), mengatakan inisiatif Ekonomi Islam diluncurkan sebelum pihaknya mulai menerapkan strategi untuk mencapai visi Yang Mulia Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum untuk menempatkan Dubai sebagai modal global ekonomi Islam.

“Hal ini telah memperkuat komitmen kami untuk meletakkan fondasi bagi pengembangan ekonomi Islam dan penciptaan prakarsa yang merangsang inovasi dan memungkinkan berbagai pengusaha berkontribusi pada perkembangan ekonomi Islam dunia, “ pungkasnya. (fau/halalfocus/dbs/foto: islamiceconomysummmit)

Adapun, Penghargaan Ekonomi Islam ini mengakui kontribusi dan pencapaian terdepan secara global di bidang ekonomi Islam di delapan kategori, yaitu :

1. Keuangan - Perbankan syariah dan keuangan, takaful, emerging sector dan sukuk.

2. Makanan dan Kesehatan - Pertanian, bahan-bahan dan manufaktur, ritel, logistik, riset, pengembangan produk dan layanan makanan, kosmetik, perawatan pribadi, dan obat-obatan.

3. Media - Acara hiburan, publikasi, media sosial, dan aplikasi seluler.

4. Perhotelan dan Pariwisata - Perjalanan, pertemuan, insentif, konferensi dan pameran keluarga yang ramah keluarga (MICE), wisata medis, dan haji  dan umrah.

5.Wakaf - Solusi inovatif, layanan pengelolaan wakaf yang dikelola oleh pemerintah dan swasta, dan wakaf lintas batas.

6. Pengembangan UKM - Teknologi, inkubasi, pelatihan, infrastruktur, dan pengembangan ekosistem UKM.

7. Infrastruktur Pengetahuan Ekonomi Islam - Lembaga penelitian dan pendidikan atau inisiatif, kepatuhan dan standarisasi, pemimpin pemikiran dan penulis.

8. Seni Islam - Seni rupa, seni visual, seni pertunjukan dan desain. 

Responsive image
Other Article
Responsive image