:
:
News
Ingin Jadi Tujuan Utama Turis Muslim Dunia, Ini Langkah Pemerintah Arab Saudi Kembangkan Wisata Halal

gomuslim.co.id- Sektor pariwisata halal kini menjadi lirikan sejumlah Negara. Salah satunya adalah Kerajaan Arab Saudi. Hal ini tidak terlepas dari besarnya potensi wisata halal untuk terus berkembang di masa depan.

Baru-baru ini, seorang pejabat senior dari Komisi Pariwisata dan Warisan Budaya Saudi (SCNH) mengatakan bahwa pihaknya ingin menjadikan Arab Saudi tujuan utama turis Muslim dunia pada akhir dekade ini.

“Kami juga sedang mengembangkan garis pantai Laut Merah Kerajaan dan memaksimalkan sektor pariwisata seperti haji dan umrah. Kami ingin mengalahkan Dubai, Malaysia dan Turki ke posisi teratas," ujar juru bicara SCNH dalam World Travel Market di, London seperti dilansir dari publikasi Arab News, Rabu (08/11/2017).

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa SCNH sedang mengembangkan situs-situs ziarah supaya masuk warisan UNESCO. Targetnya, di tahun 2020 mendatang, 10 situs UNESCO dibuka. Arab Saudi memiliki segalanya, memiliki kelebihan di sektor wisata sejarah, seperti sejarah Islam dan pra-Islam. Serta memiliki pemandangan alam yang indah. Arab saudi terbuka bagi siapa pun. "Bagi wisatawan Islam, kita memiliki keuntungan, semuanya sudah halal di sini," katanya.

Selain itu, Arab Saudi berencana untuk mengembangkan wilayah garis pantai Laut Merah. Untuk menjadikannya sebagai lokasi wisata yang mendunia. Arab Saudi telah meminta bantuan Richard Branson dari Virgin Group untuk memberi saran mengenai proyek di garis pantai Laut Merah.

Sebelumnya, pejabat pariwisata Arab Saudi mengatakan, pemerintah Saudi sedang berupaya meratifikasi visa turis bagi pengunjung dari 165 negara, termasuk 66 negara Muslim. Kerajaan Arab Saudi akan menyambut semua negara, semua agama dan wisatawan perempuan.

Langkah pengeluaran visa ini dipilih kerajaan konservatif itu untuk menarik wisatawan asing dalam reformasi ekonomi yang selama ini bergantung pada minyak. Sektor pariwisata dianggap sebagai pendorong utama pertumbuhan saat kerajaan itu berusaha melepas ketergantungan terhadap minyak di tengah kemerosotan harga minyak yang berlarut-larut.

Pangeran Sultan bin Salman bin Abdul Aziz, mengatakan visa wisata akan diberlakukan segera. Namun dia tidak merinci kerangka waktu penerbitan visa turis tersebut. Arab Saudi tak hanya menarik jutaan muslim untuk ibadah haji. Banyak pelancong menghadapi proses pembuatan visa yang lama dengan biaya sangat tinggi untuk memasuki kerajaan yang diberkahi kekayaan keindahan alam namun jarang dianggap sebagai daerah wisata itu.

Putra Mahkota Mohammed bin Salman pada Agustus telah mengumumkan proyek wisata besar-besaran untuk mengubah 50 pulau dan sejumlah situs di Laut Merah menjadi resor mewah. Sebuah proyek raksasa itu akan mengubah teritori Arab Saudi dan Yordania menjadi kawasan metropolis bernama NEOM.

Proyek ini mengubah gurun gersang seluas 26.500 km persegi menjadi peradaban urban modern yang membentang hingga ke Mesir. Bahkan megaproyek ambisius ini digadang-gadang sebagai investasi swasta pertama yang menjangkau tiga negara. Saat sudah selesai nanti, NEOM akan bertindak sebagai juru hubung investasi global yang datang dari Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika. (njs/arabnews/dbs/foto:nabawi)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image