:
:
News
Kampanye 'Stop Bullying', Hari Ini Harris J Gelar Konser di Padang

gomuslim.co.id- Sebagai salah satu upaya mengampenyekan anti-bullying, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat mengundang pelantun lagu 'Salam Alaikum' asal Inggris, Harris J.

Hal ini sebagai langkah awal kampanye Pemprov Sumbar dalam menghapus praktik perundungan (bullying) di sekolah-sekolah. Apalagi, Sumbar sempat 'kecolongan' dengan praktik perundungan yang sempat viral di media sosial oleh sejumlah oknum siswa SD di Bukittinggi pada 2014 lalu.

Harris J dijadwalkan akan menggelar konser bertajuk 'Stop Bullying' di Auditorium UNP pada Selasa (07/11/2017) hari ini. Dalam konser tersebut, rencananya akan digelar juga deklarasi anti-perundungan di Sumatra Barat.

Sebetulnya, diundangnya Harris J oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumatera Barat bukan tanpa alasan. Harris sendiri juga menjalankan tugas sebagai Duta Anti-Bullying Internasional.

"Bullying tidak bisa ditolerir. Setiap pihak yang menyaksikan dan mengalami dibully, harus melawan dan tidak boleh dibiarkan," ujar Harris kepada media di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Senin (06/11/2017).

Remaja 20 tahun yang juga hafidz 10 juz Alquran itu memang sudah dinantikan publik di Sumatra Barat. Sesampainya di Kota Padang, Harris disambut langsung oleh Ketua P2TP2A Sumbar, Nevi Irwan Prayitno.

Kata Nevi, tak sedikit kasus perundungan terjadi di Sumatra Barat. Hanya saja hingga kini belum banyak pendataan yang dilakukan terkait kasus perundungan ini. “Tindakan perundungan yang marak, khususnya terhadap anak-anak, harus diminimalisir. Apalagi perundungan bisa berimbas buruk pada perkembangan fisik atau psikologis korban,” ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa bully tidak baik bagi perkembangan anak. Menjadi mimpi buruk bagi perkembangan karakter anak. Sebagai upaya menekan angka perundungan di Sumatra Barat, pihaknya gencar melakukan sosialisasi dan penanaman sejak dini untuk menjauhi tindakan perundungan.

“Kita adakan seminar anti-bullying dan antinarkoba pada siswa SD dan SMP di GOR Universitas Negeri Padang (UNP) bekerja sama dengan Yayasan Sejiwa. Selanjutnya konser ‘Stop Bullying’ di Auditorium UNP, sekaligus deklarasi anti-bully,” paparnya.

Lebih lanjut, Nevy menjelaskan di Sumatra Barat sendiri ada karakter cimeeh (cemooh) di antara masyarakat Minang. Meski bertujuan untuk bercanda antar-teman, namun cimeeh tetaplah tergolong bentuk perundungan. Cemoohan antar-teman pun bisa berlanjut pada bentuk perundungan yang lebih parah, termasuk kekerasan fisik. Ia mencontohkan, pemanggilan nama orang dengan ciri fisiknya.

“Karakter cimeeh (cemooh) harus mulai dihilangkan. Seperti memanggil orang yang berkulit hitam dengan panggilan mak itam, yang berambut keriting dipanggil keriting,” ujarnya. 

Dengan adanya kesadaran masyarakat, Nevy berharap agar kedepan tidak ada lagi kasus perundungan yang terjadi terhadap anak-anak, baik di rumah maupun sekolah.

“Mudah-mudahan kedatangan duta anti bully ini mampu menggerakkan hati masyarakat untuk melawan bully,” tambah dia.

Sementara itu, manajemen DNA yang mendampingi Harris J, Rina, mengatakan bahwa Sumbar adalah provinsi pertama yang menggandeng Harris J untuk mengkampanyekan antiperundungan. “Harris punya rasa kepedulian tinggi. Kalau ada yang di-bully dan siapa saja, dia bakal mati-matian membela,” pungkas Rina. (nat/pemprovsumbar/dbs/foto:youtubeharrisj)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image