:
:
News
Perkuat Ekonomi Nasional, Pemerintah Arab Saudi Buka Peluang Bisnis untuk Wanita

gomuslim.co.id- Dengan kenaikan 130 persen jumlah wanita yang dipekerjakan oleh sektor swasta di Arab Saudi selama empat tahun terakhir, angkatan kerja Kerajaan sedang melakukan transformasi yang bertujuan untuk mengantarkan era ekonomi baru.

Hal ini menjadi peluang baru untuk para pengusaha di Saudi, khususnya para pengusaha wanita, seperti yang dilakukan Wafaa Al-Ashwali yang meluncurkan sebuah startup di Arab Saudi awal tahun ini. Dia memanfaatkan sebuah komunitas pengusaha wanita mapan yang sedang berkembang.

Untuk mengembangkan bisnisnya, dia harus bekerja lebih keras dan lebih giat daripada rekan pria, namun lima bulan kemudian layanan aplikasinya, yang menghubungkan konsumen dengan lebih dari 2.500 penyedia layanan di seluruh Kerajaan, memiliki basis klien yang meluas ke seluruh Saudi.

Kesuksesannya berbicara untuk peluang bisnis yang terbentang bagi wanita di Saudi, di mana telah terjadi peningkatan 130 persen dalam jumlah mereka di sektor swasta selama empat tahun terakhir.

"Telah ada dorongan dari pemerintah untuk memberdayakan lebih banyak pengusaha perempuan, “ katanya, seperti dilansir dari publikasi ArabNews, Selasa, (31/10/2017).

Hampir 40 persen dari startups Arab Saudi yang diluncurkan pada 2016 dimiliki oleh perempuan. Hal ini menunjukkan sebuah indikasi evolusi sosial dan ekonomi yang sedang berlangsung saat Kerajaan menuju tujuan ambisius yang digariskan dalam visi 2030-nya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Otoritas Umum untuk Usaha Kecil dan Menengah Arab Saudi, Ghassan Al-Sulaiman menunjuk para pengusaha sebagai fokus khusus pembangunan ekonomi di negara tersebut.

Dengan rencana untuk meningkatkan proporsi perempuan di angkatan kerja menjadi 30 persen pada tahun 2030, populasi wanita Arab Saudi didukung untuk ikut andil dalam memfasilitasi pertumbuhan ini.

Pada sebuah pameran kerja baru-baru ini yang dihadiri oleh 43.000 wanita dan diselenggarakan oleh agen perekrutan wanita Saudi Glowork, lebih dari 86 organisasi lokal dan internasional berkumpul untuk mencari bakat wanita untukmengasah kemampuan  mereka.

"Mereka berada di sana hanya untuk mempekerjakan wanita Saudi dan ini menunjukkan keinginan organisasi untuk membawa wanita ke industri mereka di semua tingkat," kata Khalid Al-Khudair, pendiri Glowork, seorang pengusaha startup.

Sebelumnya, perusahaan di Arab Saudi merekrut wanita untuk mengisi kuota wajib. Sekarang, Al-Khudair mengatakan hal ini telah menjadi sesuatu yang membuat bisnis masuk akal bagi organisasi dengan perempuan mengambil lebih banyak peran di berbagai sektor.

Untuk diketahui, di seluruh Timur Tengah, jumlah wanita melebihi jumlah pria di universitas namun sebagian besar negara gagal memanfaatkan talenta perempuan mereka dengan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja di seluruh wilayah di antara yang terendah di dunia, menurut Reuters.

Saat ini, hanya 1,9 juta dari 13,1 juta wanita di Arab Saudi berpartisipasi dalam angkatan kerja, memberikan ketidakseimbangan gender terbesar dalam partisipasi angkatan kerja di antara negara-negara G-20, sesuai dengan "Laporan Pasar Buruh G-20 Arab Saudi 2016."

Inisiatif baru tersebut bertujuan untuk memperbaiki ketidakseimbangan ini seperti peluncuran pusat layanan bisnis wanita pertama di Riyadh oleh Saudi Aramco, General Electric dan Tata Consultancy Services untuk menyediakan lapangan kerja bagi lebih dari 1.000 wanita dan bisnis dan teknologi untuk perempuan.  

Nouf Al-Saleem, pendiri Mathaqi, sebuah aplikasi pengiriman makanan yang diluncurkan tahun lalu, berbicara tentang perkembangan sosial yang telah terjadi dengan wanita.

"Kita bisa melihat bisnis milik wanita meningkat di semua bidang, termasuk industri makanan dan ritel dan banyak lainnya. hal ini tak lepas juga dari dukungan pemerintah yang memeri ruang berkarya untuk perempuan Saudi, “ pungkasnya. (fau/dbs/foto: arabnews) 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store