:
:
News
Peninggalan Helen Keller, Mesin Cetak Manual Alquran Braille Tertua Ini Ada di Indonesia

gomuslim.co.id- Pembuatan Alquran braille bertujuan untuk memudahkan penyandang tunanetra mempelajari dan membaca ayat-ayat Allah. Bahkan, masyarakat nusantara telah mengenalnya sejak dekade 1960-an.

Di Indonesia sendiri, kegiatan pengadaan Alquran braille terbesar dilakukan oleh Yayasan Penyantun Wiyata Guna (YPWG). Selama hampir enam dasawarsa ini, yayasan yang beralamat di Kota Bandung, Jawa Barat, itu telah memproduksi puluhan ribu mushaf khusus untuk kalangan tunanetra.

Mushaf-mushaf itu tidak hanya disalurkan kepada komunitas-komunitas difabel yang ada di Tanah Air, tetapi juga mancanegara. Di YPWG, Alquran braille diproduksi meng gunakan mesin cetak manual yang sudah terbilang tua usianya.

Kepala Percetakan Alquran Brailled YPWG, Ayi Hidayat mengatakan bahwa mesin cetak yang digunakan di tempat ini merupakan sumbangan dari organisasi Helen Keller International pada 1952 silam.

“Alhamdulillah, mesin ini masih dapat berfungsi dengan baik sampai sekarang," ujar Ayi.

Uniknya, mesin cetak manual Alquran braille yang dipakai YPWG menjadi yang tertua dan satu-satunya yang masih berfungsi di dunia hingga kini. Pada masa lalu, mesin itu memang dibuat secara terbatas di Amerika Serikat.

“Dari enam unit mesin cetak serupa yang pernah ada di dunia, yang masih bertahan dan terawat kondisinya hanya mesin yang digunakan oleh YPWG,” tandasnya.

Sementara, lima mesin lainnya yang tersebar di luar negeri sudah rusak dan tidak bisa dioperasikan lagi.

YPWG merupakan satu-satunya percetakan yang mencetak Alquran Braille dengan mesin konvensional. Didirikan oleh Sri Sudarsono, adik presiden ke-3 Indonesia B.J. Habibie, dan Rosikin, seorang tunanetra serta beberapa orang lainnya.

Dalam pembuatannya Alquran Braille ini harus melalui beberapa tahap. Pertama, menyalin naskah Alquran biasa ke huruf Braille dengan mesin bernama Stereo Tiper. Kedua, hasil salinan dikoreksi, setelah fix baru digandakan dengan mesin Braille Press. Setelah melewati tahapan tersebut barulah Alquran Braille dijilid per juz.

Jika biasanya Alquran dibaca dari kanan ke kiri, maka Alquran Braille dibaca dari kiri ke kanan. Satu set Alquran Braille tersebut dibanderol dengan harga Rp 1,5 sampai Rp 1,8 juta dengan berat bisa mencapai 25 kilogram per set. (nat/dbs/foto:tempo)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image