:
:
News
Mulai Pekan Depan, ACT Bangun 1000 Hunian untuk Pengungsi Rohingya di Bangladesh

gomuslim.co.id- Urusan hunian menjadi hal paling mendesak bagi pengungsi Rohingya di Cox’s Bazar, Chittagong, Bangladesh. Merespon hal tersebut, Tim ACT di Cox’s Bazar menyiapkan dengan matang segala urusan izin, desain, dan rencana pembangunan hunian sementara untuk keluarga Rohingya.

Presiden ACT, Ahyudin mengungkapkan pihaknya sedang berupaya menyiapkan 2000 shelter di Bangladesh. Ia menyebut tahap pertama pembangunan 1000 shelter akan mulai direalisasikan pekan depan.

Orang nomor satu di lembaga kemanusiaan global itu mengungkapkan dalam program pembangunan shelter yang disebut ICS (integrated Community Shelter) itu akan dilengkapi sekolah, masjid, pasar dan sarana penunjang lainnya. "Selain shelter, ada 100 masjid dan 100 sekolah. Dukungan umat tentu sangat diharapkan agar program tersebut bisa dilaksanakan," kata Ahyudin.

Tim ACT di Bangladesh pun optimis bisa merealisasikannya dalam pekan ini. Pasalnya di akhir Oktober, izin sudah didapat, lokasi pembangunan pun sudah disiapkan. Direktur Global Humanity Response (GHR) – ACT, Bambang Triyono mengatakan pekan pertama November 2017, ACT bakal memulai pembangunan tahap awal 1000 hunian sementara untuk ribuan keluarga Rohingya. Kompleks hunian sementara ini akan dibangun di Blok EE, Kamp Ukhiya, Kutupalong, Cox's Bazar.

“Shelter yang akan kami buat dengan material bambu. Lebih baik, lebih kuat bahannya. Izin alhamdulillah sudah kami dapatkan beberapa hari lalu. Saat ini hanya tinggal menunggu eksekusi pembangunannya. Total 1000 shelter nanti akan menempati area sekitar 15 hektar,” papar Bambang.

Pembangunan hunian sementara sumbangsih masyarakat Indonesia untuk keluarga Rohingya ini berada di tengah kepadatan Kamp Pengungsian Kutupalong, kamp yang menampung jumlah pengungsi Rohingya terbesar di Distrik Cox’s Bazar. Dari statistik terbaru yang dirilis per tanggal 26 Oktober kemarin, ada lebih dari 425.500 pengungsi Rohingya yang menyesak di kamp ini.

Bambang memaparkan, dari 1.000 shelter atau hunian sementara yang dibuat, akan terdiri dari beberapa set. Setiap set terdiri dari 12 pintu. Jadi, total akan ada 84 set unit shelter. “Pembangunannya akan dilakukan bertahap. Sekitar 12 atau 24 unit dalam satu atau dua set akan kita bangun dengan memindahkan terlebih dahulu 25 keluarga dari 25 tenda. Setelah shelter jadi, mereka baru akan dipindahkan kembali ke shelter yang baru,” ujar Bambang.

Jika pola pembangunan terjaga sesuai jadwal, insya Allah perkiraan paling dekat 1000 unit hunian baru bagi pengungsi Rohingya bakal tuntas dalam waktu dua bulan ke depan.

Selain bakal membangun 1000 shelter layak huni, ACTpun akan melengkapinya dengan fasilitas umum penunjang lain, seperti madrasah atau masjid. “Nanti di antara 1000 shelter itu akan dibangun pula 8 masjid, kemudian 8 sekolah dengan masing-masing 6 ruangan kelas. Lalu, untuk sanitasi akan ada sekitar 336 toilet tersebar di tiap sudut shelter,” ungkapnya. (njs/act)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store