:
:
News
Akhir Tahun Ini, Unit Usaha Syariah Bank Jatim Akan Spin Off

gomuslim.co.id- Setelah melewati proses yang cukup panjang, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) akhirnya memutuskan untuk melakukan pemisahan (spin off) Unit Usaha Syariah (UUS). Rencananya, pemisahan ini akan dilakukan pada Desember 2017 mendatang.

Direktur Korporasi dan Menengah Bank Jatim Su'udi, menuturkan bahwa rencana spin off ini sesuai dengan kesepakatan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) baru-baru ini. Bank Jatim juga berencana untuk menyuntik bisnis syariah pada 2018 sebesar Rp 500 miliar. Dana suntikan ini nantinya akan berasal dari dana pemerintah daerah (pemda).

Lebih lanjut, ia mengatakan saat ini, Bank Jatim masih menunggu izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bank Jatim juga telah mengurus persiapan organisasi, termasuk domain, sumber daya manusia (SDM), dan cabang-cabangnya.

"Sehingga nanti harapan kami Desember nanti spin off karena sudah disetujui RUPS. Tapi izin usaha yang menurunkan OJK. OJK mensyaratkan apa kami penuhi. Tapi kalau nanti tidak turun izinnya gimana lagi, karena kami tidak berwenang. Kami terus berusaha untuk memenuhi persyaratan izin spin off Unit Usaha Syariah," katanya, Rabu (25/10/2017).

"Kami siapkan gedung cabang dan summber daya direksi dan pegawainya," sambung dia.

Sebagai gambaran, aset bisnis unit usaha syariah Bank Jatim sampai September 2017 sebesar Rp 1,7 triliun. Sedangkan pembiayaan yang telah dilakukan sebesar Rp 880 miliar. Sebelum disuntik Rp 500 miliar pada tahun depan, saat ini bisnis syariah Bank Jatim masih mempunyai modal inti di bawah Rp 1 triliun.

Untuk merealisasikan spin off UUS, Bank Jatim menyiapkan modal senilai Rp 503 miliar. Sehingga nantinya saat resmi menjadi bank umum syariah, akan masuk kategori bank umum kelompok usaha (BUKU) 1.

Rencananya, setelah spin off, Pemprov Jatim dan pemkot/pemkab di Jatim bisa memberikan suntikan modal. Diproyeksikan suntikan modal tersebut mencapai Rp 500 miliar. Sehingga nantinya Bank Jatim Syariah bisa masuk BUKU 2. "Tapi kami harus spin off dulu untuk menjadi perusahaan daerah nanti terpisah dari induk. Harapannya setelah operaisonal menjadi buku 2," ujarnya.

Saat ini, UUS Bank Jatim beroperasi sesuai kategori BUKU 3 karena mengikuti Bank Jatim. Jika nanti operasional Bank Jatim Syariah di BUKU 1 akan terasa penurunannya. "Kalau sudah jadi badan usaha nanti pemerintah daerah setor modal. Pengurusnya sudah dimintai oleh OJK. Ini kami masih nunggu izin dari OJK," ungkapnya.

Sebelumnya, OJK Regional 4 Jawa Timur mengapresiasi rencana spin-off Bank Jatim Syariah, karena akan mendorong perekonomian syariah secara nasional. Kepala Bagian Pengawasan Perbankan Syariah OJK Reginonal 4 Jatim, Aris Budiman menuturkan rencana spin-off ini bertujuan untuk melakukan ekspansi bisnis agar berkembang lebih baik.

Menurut Aris, keberadaan market share perbankan syariah dalam dua tahun terakhir masih stagnan dan tidak bergerak, yakni berada di angka 5,3 persen. "Karena itu, rencana Bank Jatim dan beberapa perbankan daerah untuk spin-off akan meningkatkan market share perbankan syariah, seperti yang juga dilakukan oleh Bank NTB," tambahnya.

Ia mencontohkan, pada 2015 market share perbankan syariah berada di angka 4,8 persen, kemudian naik signifikan menjadi 5,3 persen pada 2017 karena beberapa perbankan daerah melakukan konversi, seperti Bank Aceh. "Artinya, konversi beberapa bank pembangunan daerah mempunyai peran penting dalam meningkatkan market share perbankan syariah," tuturnya.

Aris mengatakan, sejumlah bank pembangunan daerah kini juga mengantre untuk melakukan konversi menjadi syariah, salah satunya adalah Bank Jatim yang masih mengikuti persyaratan administrasi. Dia berharap, beberapa perbankan daerah termasuk Bank Jatim pada 2018 bisa terealisasi untuk spin-off dan mengangkat angka perekonomian syariah. (njs/dbs/foto:mappijatim)

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store