:
:
News
Ini Kata Menag Soal Isu Gambar Botol Minuman Keras Berlabel Halal yang Viral di Medsos

gomuslim.co.id- Kehadiran media sosial semakin mempermudah bagi masyarakat dalam mengakses sebuah informasi. Namun, tak jarang informasi hoax atau berita bohong kerap menimbulkan kegaduhan dan kebingungan bagi netizen. Baru-baru ini, beredar dan viral gambar botol minuman keras jenis whiskey dan anggur merah dengan label 'halal'.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid memastikan bahwa berita tersebut tidak benar. “Berita tersebut adalah hoax dan bentuk fitnah kepada Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia, karena yang berwenang menetapkan fatwa kehalalan sebuah produk makanan, minuman, obat-obatan dan kosmetika adalah MUI,” ujarnya. 

Menurut Zainut Tauhid, label halal yang dicantumkan dalam produk minuman tersebut adalah palsu. Ia menjelaskan bahwa perusahaan produk minuman tersebut tidak pernah mendaftarkan proses sertifikasinya ke LPPOM MUI untuk diperiksa dan diaudit kehalalan produknya.

“LPPOM-MUI yang sampai sekarang  masih memiliki kewenangan untuk menangani proses sertifikasi halal sebelum berfungsinya BPJPH, memastikan bahwa tidak pernah mengeluarkan sertifikat halal kepada produk minuman tersebut dan tidak pernah mengeluarkan label "halal" sebagaimana yang dicantumkan pada produk minuman tersebut,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Melalui akun twitternya, Menag mengatakan bahwa informasi yang disebar di dunia maya terkait label halal pada botol minuman keras itu merupakan bentuk fitnah. "Mereka yang memfitnah telah melecehkan nalar publik. Mereka pikir publik akan begitu saja mempercayai hal yg sama sekali tak masuk akal," tulis Menag.

Akan hal ini, atas nama MUI, Zainut Tauhid meminta aparat kepolisian untuk mengusut pemalsuan label halal pada produk minuman tersebut. Aparat diminta menindak tegas pelakunya dengan memberikan hukuman yang berat jika terbukti bersalah. “Karena (pelakunya) telah menipu umat Islam dengan memalsukan label halal tanpa melalui sebuah proses dan prosedur sertifikasi yang sesuai dengan ketentuan undang-undang,” tandasnya. (njs/kemenag/foto:wartakota)

Responsive image
Other Article
Responsive image