:
:
News
Fakultas Kedokteran Unisba Dorong Penerapan 'Halal Medicine'

gomuslim.co.id- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Islam Bandung (Unisba) terus berupaya mendorong hadirnya Halal Medicine (pengobatan halal) di masyarakat. Hal ini mengingat penduduk Indonesia, khususnya di Jawa Barat yang mayoritasnya muslim sangat membutuhkan pengobatan halal.

Menurut Dekat FK Unisba, Ieva B Akbar, untuk mendorong hal tersebut, sejumlah sarana prasarana perlu ditingkatkan. “Saat ini, FK Unisba sudah berdiri selama 13 tahun. Kami telah memiliki beberapa pencapaian yang cukup membanggakan, seperti menerapkan program pembelajaran yang halal dengan meluluskan sekitar lebih dari 500 dokter,” ujarnya baru-baru ini.

Lebih lanjut, Ieva menuturkan sarana infrastruktur yang ada di FK saat ini sudah sangat representatif dalam mengakomodasi kualitas layanan pendidikan. Namun, dia berharap, FK Unisba dapat memiliki rumah sakit sendiri untuk melengkapi berbagai keperluan dan peningkatan kualitas layanan pendidikan dalam waktu dekat ini.

"Insya Allah targetnya tahun depan kita akan mulai membangun rumah sakit pendidikan sendiri. Konsepnya nanti akan seperti rumah sakit biasa pada umumnya. Namun untuk tahap awal, rumah sakit tersebut bertipe c yang mampu menampung semua penyakit,” katanya.

Ia menjelaskan, seiring berjalannya waktu, akan berkembang menjadi rumah sakit dengan tipe B (rujukan) dan tentunya tipe A (spesialis). "Maka kita akan mendirikan rumah sakit yang dapat menampung semua penyakit umum, karena kepentingannya adalah untuk proses pembelajaran berbasis Islam," paparnya.

Menurut Ieva, selain membangun rumah sakit, Unisba juga akan membangun laboratorium anatomi. “Kalau semua ini sudah terbangun, semua kebutuhan fasilitas pembelajaran di Fakultas Kedokteran Unisba akan menjadi lengkap. Sejauh ini yayasan telah melihat beberapa kemungkinan lokasi untuk nantinya disiapkan sebagai lokasi pembangunan tersebut," ungkapnya.

Dalam proses pembelajaran saat ini, kata Ieva, sebelum ada rumah sakit sendiri, pihaknya telah memiliki ikatan kerja sama dengan sejumlah rumah sakit pendidikan berbasiskan islam yang berada di Kota Bandung. Kurikulum pendidikan pun, terus disempurnakan.

"Publikasi berbagai karya ilmiah penelitian dari civitas akademika kami pun semakin banyak. Bahkan, beberapa di antaranya bersertifikasi internasional karena dipresentasikan di luar negeri," katanya.

Sementara itu, Guru Besar bidang THT bedah kepala leher Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran (Unpad) M Thaufiq S Boesoirie mengatakan, penerapan pengobatan halal bukan semata-mata identik dengan obat yang halal. Tetapi juga, sebagai halal medical care atau pelayanan kedokteran yang halal dan berdasarkan kaidah syariah islam, dengan acuan kembali kepada Alquran dan hadis.

Menurutnya, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk menghalalkan yang haram selama ini, yang mungkin tidak kita ketahui sebelumnya bahwa ada hal-hal yang haram dalam pelayanan kesehatan.

“Begitu juga para dokter yang melaksanakan tugasnya, terutama dokter muslim, harus melaksanakan peran dan tugasnya sebagai suatu rangkaian konsep pelaksanaan ibadah. Yakni, dengan menjalankan sesuatu yang halal bagi pasien-pasien yang ditangani,” katanya.

Ia menambahkan, pengobatan halal sendiri seharusnya tidak hanya sebatas menyediakan layanan medis bagi orang yang sakit, tapi juga sisi administratif yang seharusnya berlandaskan syariah. Apalagi, saat ini di Jabar khususnya Kota Bandung, jumlah rumah sakit berbasis Islam atau yang menerapkan kaidah Islam saat melayani kesehatan para pasiennya, masih minim. (njs/dbs/foto:realnoevremya)

 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store