:
:
News
Hari Raya Umat Islam Diusulkan Jadi Hari Libur di Jerman

gomuslim.co.id- Jerman merupakan salah satu Negara yang memiliki penduduk muslim cukup banyak. Tercatat, sekitar ada sekitar 4,5 juta umat Islam tinggal di Negara ini. Kebanyakan dari adalah keturunan Turki. Sedangkan, lebih dari sejuta umat Islam di Jerman adalah pengungsi atau pencari suaka dari negara-negara berkonflik yang memadati negara itu dalam dua tahun terakhir.

Baru-baru ini, Menteri Dalam Negeri Jerman, Thomas de Maiziere mengusulkan hari-hari besar umat Islam seperti Idul Fitri dan Idul Adha menjadi hari libur. Meski menuai pro dan kontra,  beberapa kalangan justru tertarik dan mendukung rencana ini. Salah satunya adalah pemimpin Partai Sosial Demokrat, Martin Schulz.

"Di wilayah yang banyak terdapat Muslim, mengapa kita tidak berpikir soal hari libur Muslim?. Saya siap berdiskusi soal apakah kita perlu memberi hari libur untuk hari besar umat Islam," ujar de Maiziere seperti dilansir publikasi Reuters, Senin (16/10/2017).

Ia menambahkan pihak berwenang Jerman mungkin bisa dengan mudah melakukan itu. Usulan ini sendiri disampaikan Maiziere jelang pemilu di negara bagian Lower Saxony. Ia mengatakan memberi restu jika ada beberapa negara bagian di Jerman yang ingin menjadikan hari raya umat Islam sebagai hari libur.

Menanggapi hal ini, Martin Schulz mengatakan bahwa ide hari libur Muslim ini menarik untuk dipikirkan. Schulz malah mengaku terkejut bahwa ide itu bisa datang dari Mendagri de Maiziere yang sebelumnya selalu dinilainya sebagai pejabat yang "kurang punya banyak imajinasi" dalam topik semacam ini.

De Maiziere sebelumnya pernah mengimbau agar para imigran menghormati 'Leitkultur' alias budaya acuan Jerman. Istilah 'Leitkultur' ini biasa digunakan oleh kaum 'kanan jauh' dalam spektrum politik Jerman.

Di pihak lain, usulan ini disambar dengan penolakan. Salah satunya dari kalangan konservatif, CSU, Alexander Dobrindt. Ia mengatakan bahwa pihaknya tidak mendukung rencana hari libur Muslim tersebut.

“Warisan budaya di Jerman tidak bisa diganggu gugat. Bagi kami, pengenalan hari libur Muslim adalah mustahil. Pengenalan hari libur umat Islam di Jerman seharusnya tidak jadi pembahasan," kata dia.

Wakil Ketua CSU Manfred Weber menyatakan usulan de Maiziere itu bisa menghambat pembauran warga muslim dengan masyarakat Jerman pada umumnya. Dia mengatakan hari libur semacam itu tidak bisa diterapkan hanya kepada komunitas tertentu.

Namun pernyataan itu disanggah oleh Kepala Dewan Pusat Muslim Jerman Aiman Mazyek. Dia menuturkan, hari libur bagi umat Islam bisa mempererat proses pembauran warga muslim dengan rakyat Jerman yang lain.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Dalam Negeri langsung memberikan klarifikasi. Dia mengatakan bahwa hari libur nasional di Jerman ditetapkan berdasarkan hari raya Kristen, dan tidak ada sumber lainnya.

Usulan Maiziere juga dianggap tidak berdampak banyak karena penetapan hari libur keagamaan sepenuhnya ada di tangan pemerintah negara bagian. Beberapa negara bagian bahkan telah menjadikan hari raya umat Islam sebagai hari libur bagi pelajar Muslim, seperti Hamburg dan Bremen. (njs/reuters/dbs/foto:dw)

 

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store