:
:
News
2.000 Ton Beras dari Rakyat Indonesia untuk Rohingya Sampai di Bangladesh

gomuslim.co.id- Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah melalui proses berliku dalam pengiriman beras ke Bangladesh untuk pengungsi Rohingya. Selain perizinan, ACT harus bertemu banyak pihak demi menggugah hati serta menunaikan tugas mulia itu.

President ACT, Ahyudin mengatakan bahwa pihaknya tidak ada niat untuk menerobos aturan dalam tujuan ini. Sampai akhirnya, banyak pihak tersentuh, terpanggil dan mengikhtiarkan banyak jalan, beras 2.000 ton dari Indonesia bisa diterima pada Sabtu (14/10/2017).

“Alhamdulillah, ribuan ton beras sumbangsih rakyat Indonesia bisa keluar dari pelabuhan untuk didistribusikan kepada pengungsi Rohingya. Ini tak hanya melegakan ACT, tapi juga banyak rakyat Indonesia terutama masyarakat donor ACT,” ujarnya seperti dalam keterangan yang diterima gomuslim.

Menurut Ahyudin, ada banyak hikmah dari ikhtiar mengirim beras ini. Pertama, kesulitan mengirim beras. “Kami sadari ini bukan semata pengiriman bisnis biasa. Ini menyatukan banyak kekuatan. Di depan pebisnis Bangladesh, pejabat tinggi Bangladesh bidang pengungsi Rohingya, dan perwira militer Bangladesh, kami katakan, bantuan ini adalah bentuk persaudaraan kami sesama bangsa Asia. Seberapapun bantuan Indonesia, tak lebih hebat dari kemuliaan Bangladesh memberi ruang untuk Rohingya,” paparnya.

Ia menyebut hajatan kemanusiaan ini bukan sekadar memberi bantuan karitatif, tetapi ACT ingin bersungguh-sungguh, dengan arahan para pemimpin Bangladesh, bersama membangun kehidupan. Bukan hanya untuk Rohingya, tetapi juga untuk Bangladesh.

“Kedua, ACT menyatakan beras Indonesia untuk Rohingya bukan dari orang-orang kaya Indonesia, bukan pula dari kas negara. Bantuan ini berasal dari rakyat Indonesia, banyak di antaranya warga menengah bawah. Inilah makna dari "perjalanan hati",” katanya.

Mendengar hal tersebut, para tokoh Bangladesh amat mengapresiasi. Salah satu perwira tinggi Bangladesh mengatakan, hal yang sama terjadi di Bangladesh. "Entah sudah berapa taka (mata uang Bangladesh) yang diberikan rakyat Bangladesh dengan spontan untuk orang-orang Rohingya, sejak gelombang pengungsian masuk ke Bangladesh. Rakyat kedua bangsa, sama-sama peduli pada Rohingya,” ujarnya.

“Ketiga, dan ini hikmah kerumitan mengurus Rohingya, yakni komunikasi intensif. Ini dilakukan secara terus menerus sehingga akhirnya beras dari rakyat Indonesia bisa bergerak, menginspirasi lapisan elit manapun, termasuk Bangladesh. Di lapangan hari ini, pegiat filantropi dan implementasi kerja kemanusiaan tak cuma didominasi badan dunia. Lembaga nonpemerintah dari banyak negara, termasuk Indonesia dan Bangladesh sendiri, meningkat tajam dalam daftar Biro Lembaga Nonpemerintah Bangladesh (NGO Bureau),” kata Ahyudin.

Mereka terbangun, seolah terbangun dari kelalaian panjang dan malu kepada Allah. Mereka kalah peran dengan masyarakat yang jauh di bawah kesanggupan mereka. Yang punya harta akan menolong dengan hartanya, yang punya otoritas tertentu juga tak ingin kekuasaannya tidak digunakan untuk menolong umat manusia.

Telah dekat cahaya perubahan, dipicu lapisan pemegang kebijakan yang akan serius mendayagunakan kekuasaannya untuk ikut membangun kehidupan. Perjalanan distribusi beras ini akan menggugah bangkitnya kesatuan umat dan dunia.

Tak ada lembaga kemanusiaan yang akan absen dari kepedulian atas Rohingya kalau mereka sadar bahwa ini sejatinya undangan dari Allah. Kura syukuri karena banyak yang khawatir tak sanggup menjawab saat Allah tanya, "Ke mana dirimu tatkala saudaramu Rohingya dalam kesulitan?" Maka mereka pun berduyun-duyun menolong Rohingya. (njs/act)

Responsive image
Other Article
gomuslim
Get it on the play store