:
:
News
Himpuh Internasional Travel Mart Jadi Ajang Pertemuan ‘Seller’ dan ‘Buyer’ Usaha Travel Muslim Mancanegara

gomuslim.co.id- Pada ajang Musyawarah Kerja Himpuh yang digelar di Surabaya, dihadirkan pula ‘Himpuh Internasional Travel Mart’ (HIT MART). Tujuannya adalah mempertemukan para pelaku usaha bisnis travel ini yang datang dari berbagai negara.

Ketua Pelaksana HIT MART 2017, H Ali Mohammad Amin mengatakan gelaran ini diadakan sebagai bagian terpenting untuk mencapai sinergi bisnis antar pelaku usaha bidang travel haji dan umroh.

‘’Dalam HIT MART kali ini kami pertemukan para seller (penjual) dan buyer (pembeli) yang terkait bisnis ini. Mereka datang dari berbagai negara, seperti Turki, Saudi Arabia, dan Indonesia. Ada 27 stand yang kami dirikan untuk memperlancar agenda pertemuan bisnis ini,’’ ujar Amin. 

Pihaknya menilai para pelaku bisnis travel dalam negeri dalam forum ini bisa bertemu langsung dengan penyedia jasa layanan haji dan umroh yang ada di Saudi Arabia. Bukan hanya itu, para pengusaha travel Muslim yang datang dari Turki juga ikut menjadi peserta dalam acara ini. Mereka menawarkan paket umroh plus trurki, atau wisata Muslim ke Eropa dan wilayah negara Balkan.

“Para pengusaha angkutan bus, hotel, asuransi, perbankan hingga katering  yang ada di Arab Saudi juga ikut hadir. Kami berharap pertemuan bisnis ini bisa berlangsung optimal seperti yang terjadi pada ajang serupa yang dilakukan HIMPUH pada tahun-tahun sebelumnya,” papar Amin.

Sementara itu, setiap tahunnya peserta terus mengalami peningkatan. Bahkan kali ini ada 27 perusahaan yang menjadi peserta. Terkait bisnis travel haji umroh dan wisata Muslim.

Di pihak lain, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf berharap agar kinerja para pengusaha yang bergerak di sektor ini bisa semakin optimal. Pertemuan bisnis lintas negara yang ada di ajang Muker HIMPUH kali ini.

“Paling tidak diharapkan perusahaan yang bergerak di sektor ini makin efisien Sebab, siapa pun yang bisa semakin efisien maka dialah yang akan ke luar sebagai pemenang,” ujar dia.

Terkait potensi bisnis umroh dan wisata Muslim di Jawa Timur, lanjut Syaifullah, pihaknya memiliki potensi yang sangat besar. Untuk umroh misalnya dalam sepekan tercatat ada 400 orang pergi ke tanah suci untuk umroh.

“Maka dalam sebulan ada sekitar 1.600 jemaah umroh yang berasal dari Jawa Timur. Setiap pekan mereka dilayani oleh 9 kali penerbangan yang langsung dari Bandara Juanda menuju Bandara Jeddah atau Madinah,” kata dia.

Tak hanya itu, potensi wisata Muslim juga terbuka lebar. Misalnya ada paket umroh plus Turki yang ternyata banyak peminatnya.

“Dan selama ini jemaah umroh wilayah Jawa Timur adalah penyumbang jemaah umroh terbesar di Indonesia,” pungkas Syaifullah. (nat/dbs/foto:esqnews)

Responsive image
Other Article
Responsive image