:
:
News
Distribusikan 63.676 Kartu Indonesia Pintar Siswa Madrasah di Aceh, Ini Pesan Menag

gomuslim.co.id- Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 6 Banda Aceh, Selasa (10/10/2017). Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin, sejumlah pejabat eselon II Kemenag, Kakanwil Kemenag Aceh Daud Pakeuh, dan pimpinan BNI.

Total pendistribusian KIP oleh Kementerian Agama (Kemenag) untuk siswa siswi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) di Provinsi Aceh untuk tahun ini mencapai 63.676 kartu.

Dalam sambutannya, Menag mengatakan bahwa KIP merupakan bagian dari Program Indonesia Pintar (PIP) pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Menag menyebut program tersebut saat ini menjadi program unggulan yang harus diutamakan.

"Karena kita sadar, betapa karena pendidikan amat sangat penting, pendidikan sebuah cara bagaimana kita lebih meningkatkan kualitas hidup kita, yang karenanya akan meningkatkan kualitas peradaban hidup kita," ujar Menag.

Lebih lanjut, Menag menuturkan bahwa dalam konstitusi, setiap warga negara tegas berhak mendapatkan pendidikan. “Negara berkewajiban memberikan pendidian kepada setiap warga negaranya. Progran Indonesia Pintar adalah cara hak semua warga untuk tidak terkendala memperoleh pendidikan, meski kemampuan ekonominya belum memadai, karenanya pemerintah berkewajiban membiayai biaya pendidikan, dan itulah hakekatnya Program Indonesia Pintar," jelasnya.

Selanjutnya, Menag berpesan kepada orang tua murid agar agar dana pendidikan (KIP) ini benar-benar digunakan untuk pendidikan. "Jadi mohon dana pendidikan ini jangan digunakan untuk hal-hal yang tidak ada kaitan langsung dengan pendidikan anak didik kita, misal untuk membayar cicilan kredit motor, jadi betul-betul untuk membiayai kepentingan pembelian buku-buku, baju seragam dan yang secara langsung terkait dengan kebutuhan anak didik kita," pintanya.

Selain itu, Menag juga minta kepada kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam untuk betul-betul menerapkan Tiga T, dalam distribusi KIP ini. "Pertama, Tepat Sasaran, betul-betul ditujukan kepada anak-anak kita siswa kita yang kondisi ekonomi prang tuanya kurang mampu, sehingga pendidikan tidak mendapatkan kendala, itu yang utama," ujar Menag.

Kedua, lanjut Menag, Tepat Waktu. Ditribusi KIP ini harus tepat waktunya sesuai dengan program yang dirancang, jangan terlambat. "Dan Ketiga, Tepat Jumlahnya. saya tekankan, tidak boleh serupiahpun ada pengurangan dari hak dari anak didik kita," tegas Menag. (njs/kemenag/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image