:
:
News
Kemenag Gelar Kompetisi Guru Berprestasi, Pemenangnya Diusulkan Jadi Petugas Haji Tahun Depan

gomuslim.co.id- Kompetisi guru dan tenaga kependidikan berprestasi kembali digelar tahun ini. Kegiatan yang digagas Kementerian Agama Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah ini dilakukan untuk mengapresiasi guru, pemerintah daerah dan pihak-pihak yang terlibat aktif dalam mendukung pendidikan Islam.

Baru-baru ini, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Suyitno mengusulkan pemenang ajang ini untuk menjadi petugas haji tahun depan. Hal ini disampaikan Suyitno saat memberikan arahan pada Penilaian Berkas Kompetisi Guru dan Tenaga Kependidikan Berprestasi.

Suyiotno mengapresiasi keikutsertaan peserta kompetisi tahun ini yang lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya. “Kita akan mengusulkan pemenang menjadi petugas haji. Selain mendapat reward dalam API (Apresiasi Pendidikan Islam), akan kita ekspose juga," ujarnya. 

Lebih lanjut, Suyitno menjelaskan proses penilaian nantinya tidak hanya pada aspek portofolio saja. Lebih dari itu, penilaian juga akan menyentuh pada sisi-sisi inspiratif para guru dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya.

“Salah satu cara kita mengapresiasi guru dengan program GTK Sapa Guru. Kita berkunjung langsung dan menemui guru madrasah dari daerah pinggiran seperti di Bali, Papua, dan NTT. Kita tunjukan perhatian kita dimulai dari pinggiran,” tambah dia.

Guru Besar UIN Raden Fatah Palembang ini berpesan pada para penilai untuk lebih detail, ketat dan transparan dalam melakukan penilaian. “Kalau dari sini sedikit lengah, ada karya tulis yang diduga plagiasi bisa berbahaya. Kalau dimungkinkan dicek dalam sistem untuk memastikan bukan plagiarism,”papar Suyitno.

Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Dit GTK Madrasah, M. Sidik Sisdiyanto mengatakan bahwa pemenang kompetisi guru berprestasi 2017 akan diekspose dalam event Hari Guru Nasional, Pendis Expo, Apresiasi Pendidikan Islam dan berbagai media lainnya. “Kita akan lebih massif lagi dalam mengexpose guru berprestasi agar menjadi ispirasi dan penyemangat guru-guru lainnya," tutur Sidik.

Sebelumnya, Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah melakukan penilaian berkas kompetisi guru dan tenaga kependidikan madrasah berprestasi. Proses seleksi berkas ini berlangsung di Bogor, 2 sampai 4 Oktober 2017.

Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Ishom Yusqi mengapresiasi kompetisi guru dan tenaga kependidikan madrasah. “Saya berharap hadiahnya ditingkatkan sebagai wujud apresiasi terhadap guru, kepala, dan pengawas pada madrasah. Menag juga sangat mengapresiasi para guru,” kata Ishom.

Kasubdit Bina GTK MI/MTs, Kidup Supriadi menyampaikan bahwa kompetisi tahun 2017 diikuti 198 peserta. Menurutnya, kompetisi guru dan tenaga kependidikan berprestasi dibagi menjadi 11 kategori, yaitu kategori Kepala RA, Kepala MI, Kepala MTs, Kepala MA, Guru RA, Guru MI, Guru MTs, Guru MA, Pengawas, Pustakawan, dan Laboran madrasah.

“Yang ikut acara ini  ada 22 Kepala RA, 18 Kepala MI, 20 Kepala MTs, 17 Kepala MA, 19 Guru RA, 22 Guru MI, 24 Guru MTs, 22 Guru MA, 16 Pengawas, 11 Pustakawan dan 7 Laboran madrasah,” tutur Kidup.

Kidup menambahkan proses seleksi akan dipilih 55 besar dan diverifikasi langsunng untuk memastikan kevalidan data portofolio peserta untuk selanjutnya diikutkan dalam grand final kompetisi guru dan tenaga kependidikan madarasah berprestasi.

“Grand final insya Allah akan dilaksanakan awal November dan akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama,” tambah Kidup.

Anggota tim penilai adalah para widysaiswara dari Balai Diklat Jakarta, Balai Diklat Bandung, dan Pusdiklat Kemenag, serta Akademisi dari UIN Walisongo, UIN Sunan Kalijaga, UIN Makassar dan IAIN Tulungagung. (njs/kemenag/dbs/foto:satumadrasah)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store