:
:
News
Populasi Muslim di Jepang Terus Bertambah

gomuslim.co.id- Selain gencar mengembangkan wisata halal, Jepang juga merupakan salah satu Negara yang pertumbuhan populasi muslimnya cukup baik. Setiap tahun, jumlah muslim di Negeri Sakura itu terus bertambah.  

Menurut Kepala Bagian Politik Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia, Takonai, jumlah umat muslim di Jepang tidak lebih dari 100 ribu orang. Namun dari tahun ke tahun populasi mereka terus bertambah. Ia menyebut salah satu faktornya adalah pernikahan antara warga Jepang dengan pendatang muslim. “Maka saat mereka melahirkan, bertambahlah satu warga muslim Jepang,” ujarnya seperti dilansir dari publikasi AnadoluAgency, Selasa (03/10/2017).

Lebih lanjut, Takonai menuturkan seiring meningkatnya wisatawan muslim ke Jepang, tren makanan halal pun kian subur di Jepang. Kini kaum muslim tak perlu khawatir untuk mendapatkan makanan halal di negeri matahari terbit tersebut. “Sejak dulu Jepang sudah punya pabrik makanan halal yang memproduksi daging. Mereka juga mendapatkan sertifikat (halal) dari Malaysia dan Indonesia,” ujar dia.

Ia menambahkan basis muslim Jepang saat ini berada di Kota Kobe dan Tokyo, karena awal-awal masjid dibangun berasal dari dua kota tersebut. Kalau di daerah ada di Hokaido. “Akhir-akhir ini banyak masjid dibangun,” katanya.

Takonai menjelaskan kehidupan kaum muslim di Jepang tak berbeda dengan muslim di Indonesia, mereka menjalani ibadah sehari-sehari, merayakan hari besar keagamaan, dan hidup rukun. “Warga muslim Jepang hidup bersama komunitas lokal,” jelas dia.

Perwakilan pemuda Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan pimpinan Pondok Pesantren akan terbang ke Jepang dalam program Japan-East Asia Network of Exchange for Students and Youths (JENESYS). Kegiatan ini, kata Wakil Duta Besar Jepang Kozo Honsei bertujuan untuk bertukar informasi mengenai Islam Indonesia dan kebudayaan masyarakat Jepang.

Sebagai informasi, pemeluk Islam di Jepang sendiri mulai banyak sejak perang dunia kedua usai. Banyak tentara yang dinas ke luar negerinya dan kembali dalam keadaan menjadi muslim. Saat itulah islam mulai berkembang subur di negeri ini.

Jepang adalah negara yang melarang keributan. Karena itu, tidak ada suara adzan yang terdengar melalui pengeras suara. Suara adzan hanya terdengar di dalam ruangan. Jadi, sebagai muslim di Jepang harus mengandalkan jam sebagai pengingat sholat.

Sepertihalnya Indonesia, di Jepang juga diberi kemudahan untuk setiap masyarakat dalam memilih agama. Tidak ada fanatisme, dan hal itu membuat islam berkembang bebas di sana.

Kebebasan beragama itu juga dilindungi oleh pemerintah. Bahkan, warga Jepang diperbolehkan tidak memiliki agama. Sebab, di Jepang agama tidak tercatat dalam dokumen apapun. Agama hanya aktivitas yang dijalani masyarakatnya. (njs/andoluagency/dbs/foto:kabarmakah)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image