:
:
News
Antologi Puisi 'Berbagi Zikir' Gaungkan Kiprah Penyair Muslimah Sastra Islami

gomuslim.co.id- Penyair Muslimah belum sepopuler penyair Muslim, walaupun namanya belum akrab di telinga masyarakat Indonesia, namun  sajak-sajak religius dan sufistiknya telah menorehkan prestasi.  

Demikian dikatakan Ahmadun Yosi Herfanda dalam diskusi buku antologi puisi Berbagi Zikir, di Auditorium JICA FPMIPA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Rabu (28/09/2017) pekan lalu. Apresiasi dan Diskusi Buku Puisi Berbagi Zikir  itu diselenggarakan oleh Departemen Pendidikan Bahasa dan Sastra UPI bekerja sama dengan LSS Reboeng dan didukung oleh Komunitas Penulis Perempuan Indonesia (KPPI).

Sementara itu, buku yang berisi sajak-sajak Islami karya 36 penyair Muslimah itu diterbitkan oleh Lembaga Seni dan Sastra Reboeng pimpinan Nana Ernawati. "Sajak-sajak dalam buku ini membuktikan bahwa penyair Muslimah punya peran penting dalam memperkuat tradisi penulisan puisi Islami di Indonesia," ujar Ahmadun.

Acara dimeriahkan dengan musikalisasi puisi Sanggar Ari Kpin dan pembacaan puisi para penyair Muslimah, antara lain Rini Intama, Dian Hartati, Nenden Lilis Aisyah, Nana Ernawati, Nurul Ilmi Elbana, Heni Hendrayani, Terena Oktaviani, dan Ratna M Rochiman.

Kemudian, pembicara yang membahas sajak-sajak dalam Berbagi Zikir lainnya adalah Mamur Saadi, seorang dosen UPI. Acara juga diisi sambutan Dekan FPBS UPI DR Syihabuddin MPd. Dalam sambutannya, Syihabuddin menyampaikan bahwa peran puisi sangat penting dalam perkembangan peradaban Islam.

Pendapat lainnya juga disampaikan oleh Nana Ernawati, antologi puisi Berbagi Zikir telah diluncurkan di Taman Budaya Yogyakarta dan didiskusikan di Balai Bahasa Yogyakarta dengan pembicara Katrin Bandel dan Jamal D Rahman. Buku tersebut dikuratori oleh Ulfathin Ch dan Ahmadun Yosi Herfanda.

Sebagai seorang kurator, Ahmadun mengaku tidak hanya memilih puisi berdasarkan nilai keislamannya, tapi juga kualitas estetiknya. "Saya menghindari puisi yang hanya mirip penggalan teks khutbah atau tausiah," ujar pemimpin redaksi portal sastra litera.co.id.

Ahmadun menilai tentang lebih banyak datang dari puisi sufistik di dalam Berbagi Zikir. Namun dirinya itu membuktikan peran penting para penyair Muslimah dalam ikut menyambung mata rantai puisi sufistik di Indonesia.

"Ini kenyataan yang luput dari perhatian para pengamat sastra. Dalam mewacanakan tradisi puisi sufistik selama ini mereka cenderung hanya memperhatikan para penyair pria," pungkasnya.

Dia berharap dengan terbitnya buku Barbagi Zikir akan dapat  menggarisbawahi peran penting para penyair Muslimah dalam meneruskan tradisi puisi sufistik di Indonedia. (nat/dbs/foto:deberita)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store