:
:
News
CAR Sejumlah Bank Syariah Masih Stabil

gomuslim.co.id- Capital Adequacy Ratio (CAR) atau rasio kecukupan modal sejumlah bank syariah di Tanah Air masih terbilang stabil sampai saat ini. Namun, beberapa bank syariah memang ada yang CAR nya masih rendah. Untuk itu, salah satu yang dilakukan adalah memburu penambahan pendanaan modal ke induk.  

Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih mengatakan, sampai dengan Juli 2017, posisi rasio kecukupan modal (CAR) perseroan berada di level 33 persen. “CAR BCA Syariah masih sangat memadai untuk mendukung perkembangan bisnis ke depan," ujarnya. 

Jhon menambahkan, melihat CAR yang cukup tebal, pihaknya belum berencana untuk meminta penambahan modal dari induk yakni PT Bank Central Asia Tbk (BCA). Adapun, saat ini BCA Syariah memiliki total modal berada di kisaran Rp 1,15 triliun. Ia pun optimistis jumlah tersebut masih cukup untuk mendorong ekspansi perseroan selama 2 tahun ke depan.

Bank lainnya, PT Bank BRI Syariah juga menyatakan posisi CAR perseroan sampai dengan Agustus sebesar 20,92 persen. Sekretaris Perusahaan BRI Syariah, Indri Tri Handayani menuturkan bahwa jumlah tersebut masih cukup, hanya saja pihaknya memang berencana untuk menambah modal dalam jangka menengah

"Dalam beberapa tahun ke depan BRI Syariah akan berupaya untuk adanya penambahan modal baik melalui penambahan setoran dari pemegang saham atau corporate action," ungkapnya.

Untuk langkah aksi korporasi, bank yang sebagian sahamnya dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk ini mengincar perolehan dana sekitar Rp 500 miliar. Nantinya, dana tersebut akan dipakai untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan. Hanya saja, Indri belum dapat memastikan kapan pihaknya akan mencari penambahan modal.

Sebelumnya, Direktur Utama BRI Syariah Moch Hadi Santoso mengatakan pihaknya juga telah meminta penambahan modal kepada induk sebesar Rp 500 miliar.

Sementara itu, Direktur Bisnis BNI Syariah Dhias Widhiyati mengungkapkan posisi CAR perseroan per Agustus 2017 berada di level 14,7 persen. Saat ini, pihaknya sedang merencanakan penambahan modal dari induk. Menurutnya saat ini hal tersebut masih dalam proses.

"Equity saat ini Rp 2,7 triliun. Semoga akhir tahun ini bisa direalisasi (penambahan modal)," ujarnya. Dhias belum dapat menyebut berapa rencana penambahan modal BNI Syariah dari induk tersebut.

Di sisi lain, Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) menyebut kinerja perbankan syariah sampai Agustus 2017 membaik. Menurut Sekjen Asbisindo, Achmad K. Permana, ada tiga faktor yang mendorong kinerja perbankan syariah.

"Pertama, mayoritas bank syariah sudah menyelesaikan pembiayaan bermasalahnya pada 2016, sehingga tahun ini masuk peningkatkan bisnis," kata Achmad.

Direktur Utama Bank Muamalat ini mengatakan, dunia usaha juga mulai membaik sehingga bank bisa melakukan ekspansi. Terkait penurunan NPF, Permana bilang selain karena melandainya pembiayaan bermasalah dan meningkatnya pagu pembiayaan.

Sampai Agustus 2017 pertumbuhan pembiayaan perbankan syariah naik 21,38 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Selain itu rasio pembiayaan macet (NPF) 3,96 persen atau turun dari periode sama 2016 yang sebesar 4,1 persen. (njs/dbs)

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store