:
:
News
Rumah Zakat Salurkan Bantuan Modal Bagi Peternak Ikan di Jatirejo Yogyakarta

gomuslim.co.id- Rumah Zakat melalui Relawan Inspirasi menyalurkan bantuan modal usaha bergilir kepada peternak ikan di Desa Berdaya Jatirejo, Kecamatan Lendah, Kulon Projo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Bantuan ini diberikan pada Jumat (22/09/2017) kepada salah satu pelaku usaha budidaya ikan yaitu Pitoyo. Warga Pedukuhan Jimatan, Jatirejo mendapatkan bantuan modal sebesar Rp 1,5 juta. Bantuan ini akan digunakan untuk membeli benih ikan lele, pekan pellet, jarring, pupuk kandang, obat, dan probiotik untuk penyiapan lahan kolam sebelum ditebar benih ikan lele.

Pitoyo mengatakan, dulu itu  pernah panen ikan lele,  hasil keuntungan dari panen tersebut ketika dibagi ke semua anggota kelompok perolehannya jadi kecil banget per orangnya. Kalau istilah  bahasa Jawanya “Ora cucuk” (tidak sesuai) antara hasil dengan tenaga, juga waktu yang dikeluarkan. “Sehingga pada malas untuk melanjutkan usaha ini karena hasilnya nggak bisa dijadikan tumpuan untuk memenuhi kebutuhan hidup, apalagi  diantara anggota kelompok  ada yang ikut ngurusi dan ada yang tidak, ya karena itu tadi nggak ada rasa memiliki usaha tersebut. Akhirnya ya berhenti,” ungkap Pitoyo kepada Fasilitator Pemberdaya Rumah Zakat, Nadi Susanto.

Pitoyo berharap program bantuann dari Rumah Zakat ini, bisa menghidupkan lagi kelompok ikan yang sempat vakum, memberikan semangat untuk kembali menekuni usaha budidaya ikan lele. Dan kata dia,  karena  bantuan ini sifatnya bergilir, maka dari satu anggota yang memperoleh bantuan akan didampingi secara intensif supaya nantinya bisa menghasilkan dan modal bisa kembali sehingga bisa digilirkan ke anggota kelompok yang lainnya.

“Dengan begitu setiap  anggota kelompok akan memiliki usaha budidaya ikan lele sendiri sehingga rasa memiliki akan usaha tersebut muncul, dan diharapkan  kehidupan ekonomi kelompok kami bisa sejahtera,” ujarnya.

Selain itu, fasilitator pemberdaya Desa Berdaya Jatirejo, Nadi Susanto mengatakan pihaknya mencoba menerapkan strategi model bantuan bergilir yang langsung menyasar secara individu dari anggota Kelompok ikan yang sempat terbentuk, dimulai dari Bapak Pitoyo terlebih dahulu dengan pertimbangan yang sudah punya kolam sendiri namun tidak termanfaatkan karena keterbatasan modal.

Menurut Nadi, budidaya ikan lele ini sebenarnya mempunyai prospek pasar yan sangat besar, dengan kebutuhan akan konsumsi lele di Yogyakarta. Dari  data Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Yogyakarta tahun 2009 mencapai sekitar 14 ton dalam sehari, dan produksi sekitar 4 ton sehari atau sekitar 30 persen saja. Mungkin kalau sekarang bisa lebih tinggi lagi kebutuhannya. Ada sekitar 6.500 pedagang lesehan di Yogyakarta, misalkan satu pedagang butuh 1 kg saja, maka kebutuhan untuk memenuhi warung lesehan saja sudah mencapai 6 sampai 7 ton sehari, belum  warung makan yang lainnya.

“Tentu ini menjadi peluang besar. Oleh karena itu dengan pengalaman saya pernah ikut pelatihan dan mempelajari seluk beluk tentang budidaya ikan sistem probiotik, saya ingin membantu dan mendorong warga Jatirejo khususnya peternak ikan untuk menekuni dan mengembangkan usaha ini agar benar-benar bisa menghasilkan dan mampu meningkatkan kesejahteraan mereka. Harapannya nanti Desa Berdaya Jatirejo bisa menjadi salah satu sentra penghasil ikan lele di Yogyakarta,” jelas Nadi.

 Untuk diketahui, Rumah Zakat adalah lembaga filantropi yang mengelola zakat, infak, sedekah, serta dana sosial lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat. Program pemberdayaan direalisasikan melalui empat rumpun utama yaitu Senyum Juara (pendidikan), Senyum Sehat (kesehatan), Senyum Mandiri (pemberdayaan ekonomi), serta Senyum Lestari (inisiatif kelestarian lingkungan). (fau/rz/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store