:
:
News
Resmikan Green House di Pesantren, Mensos Sampaikan Tips Sukses Kepada Santri

gomuslim.co.id- Santri di pondok pesantren saat ini tidak hanya dituntut untuk bisa mengaji, tetapi juga menguasai teknologi untuk mengikuti perkembangan zaman. Selain itu, santri juga harus siap untuk hidup mandiri. Ketiga hal inilah yang dapat menjadi kunci kesuksesan di masa depan.

Demikian disampaikan Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan Green House Al Mina Farm milik Yayasan Al Mina di Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin (25/09/2017). Menurut Khofifah, selama ini masih ada kesan bahwa santri identik hanya bisa mengaji.

“Santri harus tunjukan bahwa tudingan itu tidak benar. Lulusan pesantren harus menunjukan bahwa selain mengaji, santri juga punya kemampuan dan kapasitas lain yang juga mumpuni. Bisa jadi profrsional, akademisi, jadi menteri bahkan jadi Presiden seperti Gus Dur. Kompetensinya juga tidak kalah dengan lulusan sekolah umum,” ujarnya.

Kehadiran Khofifah sendiri mewakili Presiden Joko Widodo. Kata dia, Kebun hidroponik yang dibangun atas bantuan Presiden Jokowi tersebut berisi sejumlah tanaman pokok yang dibutuhkan antara lain selada, tomat, sawi dan sayur mayur lainnya.

Khofifah mengungkapkan pekerjaan rumah terbesar pesantren saat ini adalah membuka diri dan beradaptasi  dengan perkembangan zaman namun tetap tidak meninggalkan tradisi khas pondok pesantren. Mensos mencontohkan budidaya pertanian hidroponik yang dikembangkan Yayasan Al Mina ini dapat menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tengah masyarakat.

"Bagi para pengasuh pesantren dan para santri, Pak Presiden berharap Pesantren bisa bermetamorfosis mengikuti perkembangan zaman dan teknologi, sehingga akan mendorong kemandirian pesantren dan santri kelak setelah lulus sekolah," jelasnya.

Sedikitnya ada tiga format pesantren yang diharapkan terbentuk oleh Presiden Jokowi yaitu pesantren agro, bahari, dan wirausaha. "Nah, Al Mina ini adalah salah satu perwujudan pesantren agro," tambah Khofifah.

Khofifah mengatakan budidaya tanaman hidroponik yang dikembangkan Al Mina dapat menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki lahan terbatas atau yang kesulitan mencari lahan, terutama masyarakat perkotaan. Sementara untuk kalangan santri, tentu saja akan mendorong semangat kewirausahaan di bidang pertanian.

Bisnis ini diakui Mensos memang padat modal, tapi segmen pasar yang disasar adalah menengah ke atas. Hingga saat ini besarnya permintaan pasar belum mampu dipenuhi oleh para petani hidroponik.

Karenanya, pada kesempatan tersebut Khofifah menyampaikan harapan agar sektor swasta dan BUMN  dapat ikut serta membantu permodalan dan teknologi, hususnya melalui dana tanggung jawab sosial.

Dengan demikian, dapat ikut menginisiasi berkembangnya budidaya pertanian hidroponik di banyak tempat lagi. Khususnya di kalangan pondok pesantren seperti yang diharapkan oleh Presiden Joko Widodo.

"Jika cita-cita ini terwujud maka akan terjadi lompatan untuk kemandirian santri. Apalagi pasarnya sekarang sudah ada dan permintaannya pun sangat besar," tutupnya. (njs/dbs/foto:liputanislam)

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image