:
:
News
Gandeng Kemensos, ACT Siap Kirim Kapal Kemanusiaan ke Bangladesh

gomuslim.co.id- Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali mengirimkan Kapal Kemanusiaan. Targetnya adalah Negara Bangladesh yang kini menjadi penampungan pengungsi Rohingya. Sinergi pun dilakukan dengan sejumlah pihak termasuk dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Sebelum pemberangkatan, ACT mengadakan pertemuan dengan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Jakarta pada Senin (11/9/2017). Dalam kesempatan tersebut, Presiden ACT Ahyudin mengatakan strategi menggandeng Kemensos adalah pilihan tepat dalam aksi sosial tersebut.

Ia juga memaparkan tentang kiprah ACT di pentas kemanusiaan global (sedikitnya di 40 negara) merupakan bagian ikhtiar dalam meneruskan peran strategis mengangkat nama baik bangsa. “Dukungan terbesar kami datang dari rakyat kecil negeri ini. Terlebih untuk Rohingya, kami memperoleh amanah terbesar sepanjang 12 tahun ACT berdiri,” ujarnya.

Selain itu, ia mengungkapkan ratusan kardus berisi uang recehan, pecahan seribu hingga sepuluh ribu rupiah, sampai ditolak bank saat mau dibukukan. Artinya, masyarakat kecil lah yang mendukung dan punya kepedulian besar pada kemanusiaan. “Kaum elitnya, belum mengekspresikan kepedulian. Masih sedikit sekali,” papar Ahyudin.

Fenomena ini membuat bangsa Indonesia punya harapan besar. Kalau rakyat sudah gemar berbagi dan tidak terlalu mencintai hartanya, mereka pasti siap membela negeri ini dari gangguan apa pun.

Kepada Khofifah, Ahyudin mengatakan krisis Rohingya yang semakin memuncak harus disikapi dengan langkah signifikan di pentas global. Menurutnya, Indonesia masih punya wibawa untuk terlibat serius serta memberikan solusi nyata.

Indonesia layak tersinggung jika kiprah negara lain, apalagi dari luar kawasan Asean, lebih berperan. Maka, imbuh Ahyudin, dengan dukungan rakyat, Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya harus mendahului menolong para pengungsi yang lari ke Bangladesh.

“Kami memandang Mensos sebagai sosok yang tepat untuk melepas kapal ini dari Tanjung Perak, Surabaya. Bantuan yang diberikan bukan hanya pangan. Setidaknya 1.000 unit hunian sementara akan disiapkan di Bangladesh,” ungkapnya.

Untuk memuliakan pengungsi, ACT segera mewujudkan layanan Humanity Distribution Center. HDC memiliki fungsi seperti 'mal' yang bisa diakses pengungsi sebagai penerima manfaat dengan menggunakan Humanity Card (HC).

Pemilik HC cukup menggunakan kartu tersebut dan memilih sendiri kebutuhannya dalam jumlah tertentu. Ahyudin menambahkan, kolaborasi rakyat sebagai pemberi amanah, dengan Mensos mewakili pemerintah, menunjukkan kepaduan konkret dan penuh solusi di atas landasan kemanusiaan.

Regulasi bantuan sosial yang mungkin menjadi kendala dalam mempercepat peran penyelamatan harus memperoleh perlakuan khusus. “Kami yakin, jika regulasi harus memberi dispensasi demi penyelamatan, hal tersebut bukanlah suatu pelanggaran kemanusiaan. Kalau regulasi internasional justru memberi peluang kematian atau kesengsaraan masif, hal inilah yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan. Bu Khofifah paham harus bagaimana berperan nyata memuliakan nama bangsa,” ungkapnya.

Pada pertemuan itu, Khofifah mengapresiasi aksi yang dilakukan ACT. “Saya akan lakukan yang terbaik. ACT sudah menyiapkan bantuan atas nama bangsa, sekaligus kapalnya. Kami coba dukung sebaik dan secepat mungkin. Kami, aparat Kementerian Sosial, sudah biasa tidak kenal libur,” katanya.

Dia menambahkan secepat apa ACT berupaya dan masyarakat mengulurkan bantuan, Kemensos mencoba mengimbangi. Langkah kemanusiaan membawa nama bangsa, terlebih yang bersifat penyelamatan jiwa.

Selain itu, ia juga mengatakan, penyampaian bantuan kemanusiaan rakyat Indonesia untuk negara lain memerlukan birokrasi yang panjang. Padahal, disebut bantuan kemanusiaan karena sudah pasti ada kegentingan yang menuntut kecepatan. “Seharusnya, atas nama kemanusiaan, kita bisa memudahkan semangat berbagi masyarakat Indonesia,” ungkap Khofifah.

Khofifah juga menyampaikan wujud nyata dukungannya untuk Rohingya. “Kalau ACT sudah menyiapkan kapal dan berasnya, saya juga ingin terlibat konkret dalam aksi ini. Setidaknya dengan sumber daya yang mungkin di luar APBN. Karyawan Kementerian Sosial se-Indonesia secara sukarela bisa saya imbau untuk membantu,” jelasnya.

Tanpa berpikir panjang, Khofifah juga menyatakan kesediaannya melepas Kapal Kemanusiaan untuk Rohingya. Menteri Sosial diperkirakan akan melepas KK pada 21 September 2017. “Ini tanggal yang bermakna, tepat tanggal 1 Muharram, awal tahun baru Hijriyah,” ujarnya. (njs/dbs/foto:act)

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store