:
:
News
Jelang Waktu Pemulangan, Jemaah Haji Berwisata Religi ke Jabal Nur dan Gua Hira

gomuslim.co.id- Jelang pemulangan jemaah haji, Jabal Nur, lokasi Gua Hira menjadi spot favorit jemaah berwisata religi sembari menunggu jadwal kepulangan. Tempat Rasulullah SAW menerima wahyu pertama itu berada di Makkah.

Gunung tersebut mencapai 640 meter, pada Rabu (13/09/2017) sejak pukul 03.00 dini hari waktu Arab Saudi, para jemaah sudah mulai melakukan pendakian. Sebelum waktu tersebut, banyak pula jemaah yang sudah turun dari atas bukit. Bisa jadi para jemaah haji tersebut berangkat sejak malam hari. Pendakian pada waktu malam selain dimaksudkan untuk menghindari panas, juga bertujuan mengantisipasi kepadatan. 

Sementara itu, untuk mencapai lokasi ini, memang tidak terlalu jauh dari Masjid al-Haram, Makkah, sekitar 20 km saja. Jemaah biasanya datang secara berombongan dengan menyewa taksi. Kendaraan hanya bisa mengantar di kaki Jabal Nur bagian bawah. Untuk mendaki, mereka harus berjalan sekitar 1 km ke atas, sebelum menapaki satu persatu dari ribuan anak tangga menuju puncak Jabal Nur. 

Dibutuhkan watu sekitar 1,5 jam untuk sampai puncak. Tentu waktu ini sudah dihitung dengan jatah istirahat. Kondisi ribuan anak tangga ke arah puncak cukup memadai. Ada pembatas besi di bagian pinggir tebing. Terdapat sejumlah pos beristirahat seadanya.

Adapun tampak beberapa pekerja asal Pakistan memperbaiki tangga dengan kocek pribadi. Sebagai ganti jerih payah, mereka meminta imbalan ala kadarnya kepada jemaah. 

Sepanjang pendakian, pemandangan Makkah di Malam hari sangat indah. Lampu-lampu perumahan tampak seperti jutaan kunang-kunang. Tower Zamzam terlihat tinggi menjulang dengan kilatan cahaya yang menambah kesan indah. Dan, begitu sampai puncak, lanskap Kota Makkah lebih jelas lagi. Sungguh pemandangan mempesona. 

Saar adzan Shubuh berkumandang, sebagian jemaah melaksanakan shalat di puncak Jabal Nur. Tampak dari puncak, puluhan jemaah telah mengantri dan berjubel berebut masuk ke Gua Hira. Tak sedikit yang memaksakan memanjat tebing-tebing tanpa pembatas.  

Bahkan pemandangan ini tak malah berkurang, seiring terbitnya matahari dari ufuk timur. Justru semakin lama, jemaah kian berdatangan. Terutama mereka yang berasal dari Afrika, Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan. Di waktu pagi, beberapa penjual suvenir dan makanan mulai membuka lapak mereka. 

Kesempatan mendaki Jabal Nur, oleh jemaah haji Indonesia dijadikan sebagai momentum menapaktilasi perjuangan Rasulullah SAW menerima wahyu pertama Surah al-Alaq.

Sementara itu, Johar Jufri, salah satu jemaah asal Embarkasi Surabaya yang tergabung dalam Kloter SUB 83 mengatakan ziarah yang ia lakukan bersama rombongan sebagai wujud dalam meneladani perjuangan Rasulullah.

“Bayangkan dulu Rasul mendaki bukit ini dengan kondisi jalan yang tak sebagus sekarang,” kata dia. 

Dia mengaku tak kuasa membendung air mata, menapakkan kaki langkah demi langkah di tiap anak tangga. Begitu juga yang dulu dirasakan oleh Khadijah RA, istri tercinta Rasul, yang mengantarkan makanan dan selimut untuk Sang Suami, manusia pilihan.

Dia berharap, dengan adanya ziarah ini, dapat menguatkan imannya dalam menjalankan agama. “Tanpa iman yang kuat, apa yang bisa kita lakukan di dunia ini,” ujar Johar. (nat/dbs/foto:merdeka)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image