:
:
News
Gaet Turis Muslim, Pemerintah Korea Selatan Makin Gencar Urus Sertifikasi Halal Restoran

gomuslim.co.id- Dalam rangka menyambut wisatawan dan umat Muslim di Korea, Organisasi Pariwisata Halal Korea Selatan menyelenggarakan demonstrasi Memasak Makanan Halal di Plaza Hotel Seoul, pada Kamis pekan lalu (07/09/2017).

Seperti dilansir dari publikasi Straits Times, pada Selasa (12/09/2017), untuk menjaga kehalalan makanan adalah kewajiban bagi umat Muslim. Terutama bagi Muslim Korea yang kini berjumah 140 ribu orang.

Selebriti asal Pakistan Zahid Hussain mengatakan saat dirinya ditawari alkohol dan dikatakannya bahwa sekali minum tidak akan membunuh dirinya. “Meminum alkohol memang tidak membunuhku tetapi menjadikanku seperti orang sekarat," ujar Zahid.

Sementara, warga Muslim yang tinggal maupun mengunjungi Korea Selatan mengaku masih kesulitan mencari tempat makanan yang sesuai. Salah satu kesalahpahaman tentang Muslim Korea adalah mereka vegetarian. Padahal, mereka memilih vegetarian karena sulit mencari makanan yang halal.

"Kalimat pertama yang dipesan Muslim Korea ketika di restoran adalah no meat, please," katanya. Padahal halal tidak hanya mengacu pada jenis makanan tetapi juga pembuatannya.

Bercampurnya makanan halal dan haram akan menjadi masalah besar bagi umat Islam. Artinya juru masak tidak boleh menggunakan pisau, talenan, tempat penyimpanan dan peralatan makanan yang halal dengan yang haram.

Kemudian, penyiapan makanan halal juga harus dilakukan oleh koki Muslim karena daging hewan yang digunakan harus hewan yang halal dan disembelih dengan cara yang benar dan sesuai syariah.

"Ketika kita mengikuti halal, kita juga mengikuti ajaran Alquran," ucap Barafi, koki oriental eksekutif di Madinah Jumeirah di Uni Emirat Arab.

Namun, saat ini masih banyak kasus untuk membedakan halal dan bukan. Di daerah seperti Dubai, mereka memiliki menu babi di restoran tertentu, sehingga tidak bercampur. Bahkan sebelum orang memasuki restoran, mereka akan tahu bahwa itu merupakan menu babi.

“Restoran ini memiliki ruangan, alat makan, bahan dan mesin pencuci piring terpisah," ujar dia.

Sementara, selama demonstrasi, Barafi menyiapkan makanan halal. Acara ini merupakan bagian dari Halal Restaurant Week selama September sampai Oktober. Acara ini bertujuan untuk mempromosikan 107 restoran resmi sertifikasi Pariwisata Korea dan ramah Muslim.

Restoran bersertifikat dikategorikan menjadi sertfikasi Federasi Muslim Korea. Sertifikasi pemilik dengan juru masaknya Muslim dan menggunakan bahan halal eksklusif. Restoran menjual makanan halal dan alkohol serta bebas dari babi.

Selain, Barafi, pemilik Makanan Muree Muslim di Itaewon-dong, Seoul, Im Gyeong Suk, mengatakan tertarik pada makanan halal sekitar tiga sampai empat tahun yang lalu ketika mantan Presiden Park Geun Hye menekankan pentingnya pasar Arab. Kesadaran halal dapat ditingkatkan di Korea Selatan.

“Masalahnya adalah kebanyakan orang yang berpartisipasi dalam program halal adalah orang Korea. Kompleksitas Islam merupakan sesuatu yang bahkan orang mualaf sekalipun tidak dapat sepenuhnya memahami,” ujar Ms Im, yang menjadi mualaf setelah menikah pada 2003.

Chef Bahzad memiliki pengalaman seperti itu selama kunjungan sebelumnya ke restoran Korea. Dia bertanya apakah mereka menyajikan makanan halal, yang jawabannya adalah ya. Tapi saat melihat menu, dia melihat, bahwa mereka juga menyajikan daging babi.

Seperti menyimpan daging babi dan makanan halal bersama dilarang, itu bukan halal. "Haram tetap haram. Sedikit haram bukan tidak masalah. Seberapa kecilnya bahan haram, Anda sudah berada di haram," pungkasnya. (nat/straitstimes/dbs/foto:muslimbackpackerseoul)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store