:
:
News
Berpotensi Tumbuh Lebih Besar, Begini Perkembangan Terkini Industri Keuangan Syariah Indonesia

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah Tanah Air memiliki potensi yang begitu besar untuk terus tumbuh. Perannya semakin dirasakan dalam mendukung perekonomian Indonesia khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas. Meski demikian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya dukungan riset dan keterlibatan akademisi dalam pengembangan ini di tengah semakin ketatnya persaingan industri jasa keuangan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, untuk mengakselerasi pengembangan industri keuangan syariah tidak dapat hanya mengandalkan pertumbuhan yang bersifat organik saja. “Kita butuh peran pemerintah yang lebih besar lagi,” ujarnya dalam Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XVI. FREKS XVI di Auditorium Universitas Sebelas Maret Surakarta, Selasa (12/09/2017).

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappernas), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan pemerintah terus berkomitmen untuk terus mendorong percepatan pertumbuhan keuangan syariah. Dia mengaku optimistis Indonesia mampu menjadi pusat keuangan syariah global.

“Indonesia menjadi negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, dengan demikian seharusnya indoensia bisa menjadi pemimpin dan pusat keuangan syariah global,” kata Bambang.

Untuk mendorong perkembangan keuangan syariah, kata dia, pemerintah telah membentuk Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk memastikan rencana induk pengembangan keuangan syariah mencapai target, serta mensosialisasikan keuangan syariah untuk meningkatkan kesadaran konsumen dan pelaku usaha.

“Mendorong penempatan dana-dana pemerintah untuk sebagian ditempatkan dilembaga keuangan syariah, termasuk mendorong terjadinya transaksi keuangan pemerintah seperti pembayaran gaji untuk dilakukan melalui lembaga keuangan syariah,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, OJK juga memaparkan up date perkembangan sektor keuangan syariah di tanah air hingga pertengahan tahun ini. Perkembangan sektor keuangan syariah hingga Juni 2017 tercatat sektor perbankan syariah memiliki 13 Bank Umum Syariah, 21 Unit Usaha Syariah (UUS) dan 167 BPRS.

Sementara itu, pertumbuhan rata-rata aset (yoy) perbankan syariah telah mencapai rata-rata 25,02% dalam 5 tahun terakhir. Dengan total aset sekitar Rp387,87 triliun, industri perbankan syariah mampu mengelola hampir 23,9 juta rekening dana masyarakat, melalui kurang lebih 2.600 kantor jaringan di seluruh Indonesia. Aset perbankan syariah tersebut telah mencapai 5,42% dari aset perbankan di Indonesia.

Untuk sektor pasar modal syariah, berdasarkan data per Juni 2017, jumlah saham yang termasuk daftar efek syariah (DES) mencapai 355 saham atau 59,65% dari seluruh saham yang listing di pasar modal.

Adapun nilai outstanding dari total 65 sukuk korporasi saat ini adalah Rp14,66 triliun atau 4,37% dari nilai outstanding seluruh sukuk dan obligasi korporasi. Selain itu, terdapat 151 Reksa Dana Syariah dengan total Nilai Aktiva Bersih mencapai Rp18,91 triliun atau 26,83% dari total NAB Reksa Dana.

Sementara itu, pada sektor Industri Keuangan Non-Bank Syariah (IKNB Syariah) terdapat 130 perusahaan yang menyelenggarakan usaha berdasarkan syariah, terdiri dari 58 perusahaan asuransi syariah atau reasuransi syariah, 66 lembaga pembiayaan syariah dan 6 perusahaan penjaminan syariah. Dari 130 perusahaan dimaksud, perusahaan yang menyelenggarakan usaha syariah secara full pledged baru sebanyak 12 perusahaan asuransi, 26 lembaga pembiayaan syariah dan dua perusahaan penjaminan.

sedangkan, pada akhir Juni 2017, IKNB Syariah telah mengelola aset sebesar Rp97,61 triliun, yang terdiri dari Rp37,37 triliun dari sektor asuransi dan reasuransi syariah, Rp 59,40 triliun dari sektor pembiayaan syariah, dan Rp831.78 miliar dari sektor penjaminan syariah. (njs/dbs/foto:knks)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image