:
:
News
Angkut Jemaah Haji ke Masjidil Haram, Layanan Bus Salawat Beroperasi Lagi

gomuslim.co.id- Pelaksanaan Ibadah haji 1438 H memasuki tahap akhir. Layanan Bus Shalawat pun akan kembali beroperasi pada Selasa 5 September 2017. Sebelumnya, layanan bus dihentikan sementara pada 27 Agustus 2017 lalu. Bus ini akan melayani jamaah haji dari hotel ke Masjidil Haram, Makkah.

Kepastian ini disampaikan langsung Kabid Transportasi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, Subhan Cholid. “Layanan bus shalawat ini akan dimulai hari Selasa 5 September 2017 pukul 12.00 waktu Arab Saudi (WAS),” jelasnya, Senin (04/09/2017).

Ia menjelaskan bahwa hari Senin adalah pemberangkatan terakhir jemaah haji dari Mina ke Mekah. Setelah proses mobilisasi jemaah dari Mina ke Mekah selesai, Naqabah (Organda Saudi) akan mengembalikan seluruh armada kepada syarikah (perusahaan otobus) agar bus digunakan untuk mengangkut jemaah ke Masjidil Haram.

Selanjutnya, syarikah akan membersihkan dan mengecek kondisi kendaraan sebelum operasional. Operasional bus dimulai dari terminal karena akan dilakukan pengecekan dan penghitungan armada oleh tim transportasi. “Mereka akan mulai mengoperasikan kembali layanan salawat,” katanya.

Subhan mengatakan pihaknya akan melakukan konsolidasi petugas transportasi, baik petugas layanan salawat maupun petugas bus antarkota untuk proses pemulangan. Konsolisdasi juga dilakukan dengan naqabah, muassasah, maktab, dan syarikah.

Kepada para petugas bus salawat, Subhan meminta agar mempersiapkan diri untuk mulai bertugas kembali. Mereka diminta menyiapkan lagi peralatan pendukung, seperti bendera dan lainnya, yang selama masa Armina disimpan di markasnya masing-masing. “Berikan prioritas kepada jemaah yang hendak melakukan thawaf wada,” katanya.

Sementara itu, Kasi Layanan Pemulangan Daker Makkah, Edayanti Dasril, mengatakan proses penimbangan koper (bagasi) milik jemaah haji akan dilakukan di setiap sektor pada H-2 sebelum jadwal kepulangan mereka ke Indonesia. “Penimbangan dan pengangkutan koper milik jamaah dilakukan pada H-2 sebelum jadwal pemulangan masing-masing kloter,” ujarnya.

Sebelumnya, Komite Tertinggi Pengawas Angkutan Haji (Lajnah Al-‘Ulya Lu Muraqabat Naql Al-Hujja) Arab Saudi mengumumkan, bahwa layanan Bus Shalawat ke Masjidil Haram pada 27 Agustus 2017 ditutup. Waktu penutupan dilakukan pada pukul 10.00 waktu Arab Saudi (WAS).

Subhan mengatakan, bus-bus yang datang setelah jam 10.00 WAS dikembalikan, meskipun penuh dengan jamaah. Menurutnya, layanan Bus Shalawat akan dibuka kembali setelah selesai jumatan, itu pun hanya dikhususkan bagi jamaah yang akan kembali dari Masjidil Haram.

Keputusan tersebut, kata dia, diambil demi keselamatan jamaah mengingat kepadatan dan panasnya suhu pada siang hari. Dia menuturkan, jelang puncak haji, Kota Makkah dipadati ratusan ribu jamaah haji, termasuk lebih dari 183.000 jamaah haji Indonesia.

Saat itu, lanjutnya, bus shalawat ditarik oleh Naqabah  untuk persiapan angkutan Armina. “Angkutan Shalawat akan mulai beroperasi kembali pasca puncak haji, tepatnya mulai 5 September 2017 atau 14 Dzulhijjah 1438 H,” tandasnya. (njs/kemenag/dbs/foto:okezone)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store