:
:
News
Lembaga Survei Arkeologi India Tegaskan Taj Mahal Bangunan Muslim

gomuslim.co.id- Taj Mahal merupakan bangunan bersejarah yang ada di India. Dalam beberapa tahun terakhir, bangunan yang masuk Situs Warisan Dunia UNESCO ini menuai beragam pendapat tentang kepemilikan sejarah.

Baru-baru ini, ASI, sebuah Lembaga Survei Arkeologi Agra, India menyatakan bahwa Taj Mahal merupakan makam megah Muslim yang dibangun Kaisar Maghul Shah Jahan untuk menghormati istrinya yang meninggal. ASI menolak klaim ikon India itu sebagai kuil Hindu.

Pernyataan tersebut disampaikan ASI saat menyampaikan kesaksian di hadapan pengadilan setempat. ASI merupakan lembaga pemerintah India yang berada di bawah naungan Departemen Kebudayaan.

ASI yang bertugas melindungi situs-situs penting India telah diperintahkan untuk memberikan pendapatnya di pengadilan untuk menanggapi petisi yang dibuat 6 pengacara. Petisi itu menyatakan Taj Mahal awalnya merupakan kuil Hindu bernama Tejo Mahalaya. Kuil ini dipersembahkan untuk Dewi Shiva.

Petisi ini juga menuntut umat Hindu dibolehkan beribadah di dalam Taj Mahal. Selama ini hanya Muslim yang diizinkan beribadah di dalam bangunan megah yang didirikan pada abad 17.

Namun, ASI membantah argumen dalam petisi itu. Pengawasa ASI di Agra Bhuvan Vikrama, mengatakan pernyataan tertulis pihaknya menyatakan klaim itu khayalan. “Kami meminta pengadilan menolak petisi itu. Terserah pengadilan untuk memutuskan apa yang terjadi," katanya seperti dilansir dari publikasi The Guardian, Rabu, (30/08/2017).

Sejumlah klaim yang menyatakan Taj Mahal sebagai kuil Hindu muncul beberapa kali, baik itu dari organisasi Hindu yang ekstrim termasuk penulis India, PN Oak yang menulis buku berjudul Taj Mahal: the True Story yang terbit pada tahun 1989.

Menurut Oak, Taj Mahal dibangun sebelum Muslim menguasai India. Kuil Hindu itu pun menjadi warisan kemenangan Muslim di India dan kuil-kuil Hindu pun dihancurkan dan diubah menjadi masjid. Oak merujuk pada struktur bangunan Taj Mahal yang sejatinya struktur Hindu.

Sejarah menunjukkan penguasa di seluruh dunia mengubah monumen-monumen yang sudah ada sesuai dengan gagasan mereka," ujar Parsa Venkateshwar Rao, penulis dan kolumnis.

'Namun klaim mengenai Taj ini konyol karena fitur-fiturnya seperti kubah dan menara masjid tidak dapat ditemukan di awal periode itu dan adalah konyol hakim telah membolehkan petisi ini,"ujar Rao.

Sekalipun ASI sudah menegaskan bahwa Taj Mahal merupakan bangunan milik Muslim, namun Hari Shankar Jain, salah satu pengacara yang mengajukan petisi ini ke pengadilan Agra mengatakan, ia akan berusaha untuk memenangkan perkara ini. Ia juga akan menggelar ibadah Hindu di Taj Mahal.

Jain juga tidak percaya di dalam Taj Mahal dimakamkan jasad Mumtaz Mahal, istri Kaisar Mughal Shan Jahan. "Ini bangunan kuil Hindu jadi tidak ada pernyataan apakah ada orang dimakamkan di situ."

Tiga tahun lalu, klaim juga datang dari sejumlah pengacara dan sebagian penganut Hindu, agama mayoritas di India. Namun Menteri Kebudayaan Mahesh Sharma mengatakan pemerintah belum menemukan bukti untuk mendukung klaim itu.

Taj Mahal adalah salah satu lokasi wisata paling populer di India dan dikunjungi 7-8 juta orang setiap tahun.

Sekadar informasi, Taj Mahal dibangun kaisar Mughal, Shah Jahan, yang berkuasa dari 1628-1658 sebagai makam untuk istrinya tercinta, Mumtaz Mahal. Sejak 1983, Taj Mahal sudah dijadikan Situs Warisan Dunia UNESCO dan pada 2007 menjadi pemenang dalam inisiatif 7 Keajaiban Dunia Baru. (njs/theguardians/dbs/foto:5updtes)

Responsive image
Other Article
Responsive image