:
:
News
Gelar Rakor Persiapan Puncak Haji, Timwas DPR dan Kemenag Sampaikan Progres PHU

gomuslim.co.id- Kementerian Agama beserta jajaran menggelar rapat koordinasi dengan Tim Pengawas (Timwas) Penyeleranggara Ibadah Haji DPR Tahap Dua di Kantor Daker Makkah. Timwas tahap dua yang beranggotakan Komis V, VIII, dan IX ini dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Agus Hermanto.

Rapat tersebut diawali dengan paparan progress penyelenggaraan ibadah haji oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Nizar Ali. Selanjutnya, Kepala Satuan Operasional Armina Kolonel Jaetul Muchlis memaparkan skema pergerakan jemaah ke Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher mengatakan rakor berlangsung dinamis. Ada beberapa usulan perbaikan yang disampaikan oleh anggota bagi perbaikan layanan haji, antara lain terkait dengan penanganan jemaah udzur, optimalisasi petugas kesehatan dan perlindungan jemaah, serta penggunaan kursi roda sebagai sarana pengantar jemaah dari tenda ke jamarat.

“Tentang jemaah udzur, perlu persiapan teknis terkait sarana dan tenaga petugas. Misal, ketersediaan kursi roda, pos komando, serta persebaran tenaga petugas sehingga jemaah tidak mengalami kesulitan, terutama yang sudah di atas 70 tahun. Mereka perlu pengawalan dan layanan maksimum,” terang Ali Taher di Makkah, Minggu (27/08/2017).

Tim pengawas secara keseluruhan mengapresiasi kinerja pelayanan haji yang sudah dilakukan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi. Untuk lebih mengoptimalkan layanan, rapat merekomendasikan agar Kemenag segera mematangkan persiapan SDM dan sarana prasarana yang dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas layanan pada puncak haji.

Rapat juga merekomendasikan sejumlah usulan terkait perbaikan kebijakan. Namun, itu akan dibahas lebih lanjut pada rapat berikutnya setelah penyelenggaraan ibadah haji. Usulan itu antara lain terkait perlunya penambahan petugas haji, perubahan sistem sewa pemondokan di Madinah dari semi musim menjadi satu musim, dan lainnya.

Timwas DPR Tahap II ini akan berada di Tanah Suci sampai dengan 6 September 2017. Timwas akan melakukan peninjauan ke lokasi untuk menggali data, baik terkait transportasi, katering, pemondokan, kesehatan, dan armina.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap kuota haji tahun depan bisa bertambah, minimal 4000 orang. Menurutnya, kuota Indonesia untuk jemaah haji regular tahun ini mencapai 204ribu. Jumlah ini naik 48.800 jika dibandingkan dengan kuota jemaah haji reguler dalam empat tahun terakhir yang mengalami pemotongan 20% (155.200).

Menag menilai rasio penambahan jemaah ini tidak sebanding dengan penambahan petugas. Kalau saat dipotong, total petugas berjumlah 3.250 orang, kini setelah kembali normal dan bahkan bertambah sepuluh ribu jemaah, kuota petugasnya hanya menjadi 3500 orang. “Tahun depan, kita berharap minimal ada 4000 petugas,” harapnya.

Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher menanggapi positif harapan Menag. Ia mengatakan bahwa rasio penambahan petugas tahun ini memang tidak sebanding dengan penambahan jumlah jemaah. “Kita support. Tahun depan kita berharap penambahan lebih bermakna sesuai tugas dan tanggung jawab yang dihadapi,” ujarnya.

Menurut Ali Taher, penambahan petugas perlu agar mereka tidak kelelahan karena beban tugas yang terlalu berat. Sebab, jemaah perlu dilayani dengan baik. “Setelah ini kita akan langsung mengadakan rapat kerja untuk mempersiapkan agenda tahun 2018. Itu kita akan percepat, termasuk membicarakan mengenai penambahan petugas,” tandasnya.

Ditanya soal solusi penanganan jemaah haji Indonesia yang mayoritas lansia, Ali Taher kembali menegaskan komitmennya untuk menambah petugas, terutama petugas medis. Selain itu, dia juga akan menambah anggaran, serta obat dan sarpras kesehatan. (njs/kemenag/foto:tribun)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store