:
:
News
Dubes Indonesia untuk Korea Selatan Pimpin Pelepasan Jemaah Haji TKI

gomuslim.co.id- Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi memimpin pelepasan 208 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan yang berangkat ibadah haji ke Tanah Suci. Pemberangkatan jemaah haji ini dilakukan di Masjid Jami Itaewon, Seoul, Korea Selatan, Selasa (22/08/2017).

Dengan wajah ceria, para calon jemaah haji Indonesia ini diberangkatkan dari Negeri Ginseng secara berturut-turut pada tanggal 22-23 Agustus 2017. “Teman-teman Alhamdulillah diberi kemudahan mendapatkan rezeki, tidak perlu antre dan masih berbadan kuat karena masih muda," ujar Umar.

Dubes Umar Hadi pun menitipkan beberapa pesan kepada para TKI sebelum mereka berangkat. Pertama, meluruskan niat untuk senantiasa beryukur atas nikmat Tuhan. Sehingga mereka mendapat limpahan rahmat berupa kemudahan ibadah haji.

Umar juga mengingatkan para TKI bahwa meskipun berangkat haji dari Korea Selatan, mereka tetap seorang warga Indonesia. Ia meminta sikap ramah dan saling tolong menolong harus dikedepankan. Istilahnya, garuda tetap ada di dalam dada. "Terakhir, ketika pulang semoga jadi haji mabrur. Meningkat keikhlasannya, bertambah amal kebajikannya, serta mendoakan yang lain bisa mengikuti jejaknya datang ke baitullah," pesannya.

Di Korea Selatan, TKI yang hendak menunaikan ibadah haji terbilang istimewa. Sebab, mereka tak perlu menunggu antrean seperti di Indonesia yang mencapai lebih dari 10 tahun. Di Negeri Ginseng, setiap orang bisa setiap saat untuk menunaikan ibadah haji. Dengan rata-rata pendapatan TKI mencapai Rp22 juta per bulan, sedangkan biaya haji hanya sekira 4,5 juta won atau setara Rp50 juta.

Maka setiap TKI hanya cukup menabung tiga kali gaji mereka sudah bisa menunaikan ibadah haji. Tak cuma itu, para jemaah haji yang berangkat dari Korea Selatan, akan mendapatkan fasilitas yang istimewa berupa hotel bintang lima yang hanya berjarak 1 kilometer dari Kakbah dan hotel bintang tiga di Madinah yang hanya berjarak 500 meter dari Masjid Nabawi.

 

 

Beberapa hari sebelum berangkat, para calon jemaah haji rata-rata melakukan syukuran seperti halnya di Indonesia. Mereka mengumpulkan teman-temannya di masjid lalu melantunkan lagu-lagu religi seperti barzanji, pengajian, berwasiat, hingga potong tumpeng serta bersalam-salaman.

Seorang TKI yang menunaikan ibadah haji, Saifullah, mengaku bersyukur atas kesempatan itu. Dan seperti di Indonesia, bersama rekannya mereka juga menggelar syukuran sebelum keberangkatannya.

"Saya mohon maaf atas semua kesalahan. Saya serahkan semua jiwa dan raga saya kepada sang Pemilik. Kalaupun saya tidak pulang, maka semua harta, saya hibahkan bagi yatim piatu," ujar TKI yang sudah berada di Korea selama dua tahun itu.

Minister Counsellor Diplomasi Publik KBRI Seoul M Aji Surya menambahkan, di Korea Selatan, peminat naik haji dari kalangan TKI setiap tahun meningkat cukup pesat. Ini ditunjukkan pada 2017, yang meningkat 20 persen.

Umat Islam di Korea Selatan sampai saat ini berjumlah 35 ribu orang. Sebagian besar masyarakat di sana belum beragama, sisanya beragama Buddha dan Kristen. Kuota di Korea Selatan sebagian besar justru dipakai oleh muslim warga negara asing yang bermukim atau punya izin tinggal di sana, termasuk warga negara Indonesia.

"Saya tenggarai, para pekerja kita sadar bahwa menunaikan ibadah haji dari Indonesia makin sulit, baik dari sisi dana ataupun waktu tunggu yang makin lama. Karenanya, mereka memanfaatkan betul berbagai kemudahan selama di Korea Selatan," ungkapnya. (njs/dbs/foto:kbriseoul)

 

 

Responsive image
Other Article
Responsive image