:
:
News
Akademisi Universitas Cambridge Singgung Kultur Riset Islam pada Masa Keemasan

gomuslim.co.id- Islam pernah mengalami masa kejayaan di abad pertengahan. Banyak ilmuwan muslim dengan segudang karya lahir membuat peradaban baru dalam sejarah. Salah satu lembaga yang terkenal melahirkan cendikiawan muslim terkemuka pada masa itu adalah Baitul Hikmah.

Baru-baru ini, Wakil Kepala Fakultas Studi Oriental Universitas Cambridge Amira Bennison menyinggung keberadaan Baitul Hikmah dan karya Banu Musa serta Tsabit Bin Qurrah yang dikenal sebagai insinyur dan matematikawan.

Banu Musa artinya keluarga Musa. Musa sendiri merupakan seorang aristokrat dari Persia yang menjadi Muslim setelah mendapat hidayah. Musa di kenal sebagai pria saleh yang dermawan. Setelah Musa meninggal dunia, anak-anaknya sangat mandiri dalam mendidik diri dan sangat tertarik pada matematika serta teknik. Mereka amat cinta ilmu sampai rela mengirim utusan ke Bizantium untuk mengumpulkan, menerjemahkan, dan mengopi berbagai buku di sana.

Banu Musa pula yang menemukan matematikawan penting bagi perabadan Islam, Tsabit Ibnu Qurrah. Pemuda ini semula bekerja sebagai penukar uang di Harran, sebuah kota di utara Irak. Banu Musa kemudian membawa Tsabit Ibnu Qurrah dari Harran ke tempat mereka dan mendidiknya. Tsabit Ibnu Qurrah kemudian dikenal sebagai matematikawan berpengaruh dalam peradaban Islam.

Bennison menjelaskan bagaimana kultur riset yang diaplikasikan pada berbagai aspek pada masa itu akhirnya membawa Islam pada masa keemasan. Terlebih, individu-individu terdidik saat itu tidak hanya mahir pada satu bidang, tapi pada beberapa bidang. Hal itu turut memicu kebangkitan masyarakat yang terdidik, baik pria maupun wanita.

Meski wanita tidak secara tertulis dise butkan dalam catatan, Bennison menekankan dengan jelas bahwa wanita juga mencapai kegemilangan yang sama di bidang sastra. Selain itu, pendidikan juga berlangsung linear di mana wanita mengajari wanita dan pria mengajari pria. Pendidikan wanita juga lebih tampak di Cordoba.

“Pendidikan menjadi hal yang amat penting dan amat diperhatikan saat itu, terutama pendidikan dasar seperti berhitung dan buda ya membaca,” kata Bennison seperti dilansir dari publikasi metaexistence baru-baru ini.

Pada forum yang sama, Ketua Yayasan Sains, Teknologi, dan Peradaban Inggris, Prof Mohamed El-Gomati menyebut, masa ke emasan Islam itu berlangsung lebih panjang, yakni antara tahun 750-1600 M, bukan hanya pada 950-1100 M.

Sekadar informasi, Baitul Hikmah sendiri adalah perpustakaan, lembaga penerjemahan dan pusat penelitian yang didirikan pada masa kekhilafahan Abbasiyah di Baghdad, Irak. Baitul Hikmah ini terletak di kota Baghdad dikenal sebagai pusat intelektual dan keilmuan pada masa Zaman keemasan Islam (The golden age of Islam). Karena sejak awal berdirinya kota ini sudah menjadi pusat peradaban dan kebangkitan ilmu pengetahuan dalam Islam.

Baitul Hikmah ini merupakan salah satu institusi kunci dari gelombang masuknya literatur asing yang diterjemahkan kedalam bahasa Arab dan dianggap sebagai jembatan besar dalam transfer ilmu pengetahuan pada masa zaman keemasan Islam. (njs/metaexistence/dbs/foto:sufistik)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store