:
:
News
Bantu Warga Muslim Kamboja, Forsimas Kirim 10 Sapi untuk Kurban Idul Adha

gomuslim.co.id- Kurban merupakan ibadah umat Islam yang dilaksanan pada Hari Raya Idul Adha. Di beberapa Negara yang penduduk muslimnya masih minoritas, pelaksanaan ibadah kurban ini masih terkendala hewan kurban. Menyikapi hal tersebut, baru-baru ini Forum Silaturahmi Kemakmuran Masjid Serantau (Forsimas) mengirim 10 ekor sapi untuk kurban muslim di Kamboja. 

Perwakilan Forsimas Kamboja, Ummi Kultsum menerima bantuan hewan kurban secara simbolis tersebut di Kantor Gubernur Aceh, Minggu (20/08/2017). Utusan muslim Kamboja ini datang ke Aceh bersama perwakilan Malaysia. Ia pun menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian kaum muslimin di Aceh terhadap muslim di Kamboja.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (DKMA) Basri A. Bakar mengatakan saat ini muslim di Kamboja berjumlah sekitar 7 persen dan dalam kehidupan sangat miskin.

“Ramadhan lalu, kami bersama rombongan Forsimas Aceh, Jakarta, Surabaya, Cirebon dan Malaysia sebanyak 19 orang berkunjung ke Kamboja dalam rangka kunjungan muhibbah dan memberikan sejumlah bantuan kepada muslim Kamboja,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Sekretariat Pusat Forsimas HM. Hasan Basry, mengatakan ke depan keluarga besar Forsimas kiranya dapat menjalankan program pembiayaan dai dari Aceh untuk dikirim dan tinggal ke Kamboja selama beberapa bulan, lalu mengajarkan baca Alquran dan ilmu keislaman lainnya.

Sementara itu, Ketua Muslimat Masjid Serantau Dr dr Zinatul Hayati menjelaskan sumbangan 10 ekor sapi dikumpulkan selama sebulan melalui pemberitahuan via telepon maupun WA. "Alhamdulilhah, ada 70 orang yang mendaftarkan qurbannya untuk dikirim ke Kamboja. Kita berikan dalam mata uang dollar untuk dibeli sapi qurban di Kamboja," katanya.

Disebutkan rata-rata harga sapi di Kamboja Rp 8,5 juta per ekor. Ke depan, pihaknya bersama Dewan Kemakmuran Masjid Aceh (DKMA) terus akan menggalang dana sosial lainnya termasuk program kesehatan kerjasama dengan RSZA.

Sekadar informasi, Muslim di Kamboja menjadi warga minoritas dengan jumlah 600.000 hingga 700.000 jiwa. Kebanyakan dari mereka berasal dari suku Cham. Kondisi perekonominan suku Cham di Kamboja sendiri belum begitu baik. Mayoritas mata pencaharian mereka adalah petani, buruh, dan nelayan.

Biaya hidup yang tinggi di Kamboja dan menjadi etnis minoritas membuat suku Cham dalam kondisi yang perlu dibantu.

Sebelumnya, Empat mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) berencana membangun madrasah ibthidaiyah (setingkat sekolah dasar) bagi anak-anak muslim di Kampong Cham, Kamboja, mulai tanggal 3 Oktober 2017. Keempat mahasiswa tersebut adalah Bagus Wahyutomo, Kays Abdul Fattah, Ghazaly Imam Negoro, dan Muhammad Majid Firman.

Bagus mengatakan sudah sekitar 10 tahun anak-anak di Kampong Cham menginginkan adanya madrasah atau sekolah khusus yang mengajarkan agama Islam. Menurut Bagus, minimnya bantuan dari pemerintah Kamboja terhadap suku Cham membuat mereka tidak memiliki tempat belajar yang layak. (njs/dbs/foto ilustrasi:ahyari) 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store