:
:
News
Ketua PPIH Minta Petugas Daker Makkah dan Madinah Segera Sosialisasikan Tempat Pembelian Voucher DAM

gomuslim.co.id- Aturan baru tentang pembayaran dam jemaaah haji baru saja dirilis Pemerintah Arab Saudi. Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Ahmad Dumyathi Bashori meminta petugas Daker Makkah dan Madinah untuk menyosialisasikan aturan baru itu sekaligus menjelaskan mekanisme pembayarannya agar tidak menghadapi masalah.

Ia menjelaskan, pembayaran dam dilakukan dengan membeli kupon atau voucher penyembelihan seharga SAR450. “Kupon ini bisa didapatkan melalui online dengan mengunjungi situs www.adahi.org,” ujarnya di Makkah, Kamis (17/08/2017).

Lebih lanjut, Dumyathi menuturkan jika tidak dilakukan secara online, pembelian kupon bisa dilakukan di beberapa tempat resmi. Adapun tempat membeli kupon atau voucher penyembelihan dam ialah sejumlah kantor pos Arab Saudi, sejumlah Bank Al-Rajhi, sejumlah kantor cabang Mobily, perusahaan Layanan Keamanan, Kantor Hadiyah Al-Hajj wa al-Mu’tamir, Gerai-gerai penjualan di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, dan Gerai-gerai penjualan di wilayah Armina (Arafah-Muzdalifah-Mina).

Sementara itu, Kepala Daker Makkah Nasrullah Jasam mengatakan, kalau pihaknya sudah membuat edaran mengenai aturan baru pembayaran dam. Hanya, belum dilengkapi dengan informasi tempat pembelian kuponnya. Untuk itu, pihaknya akan segera mengedarkan informasi  terbaru ke setiap sektor agar bisa dipahami oleh jamaah haji Indonesia.

Mayoritas jemaah haji Indonesia menjalankan haji Tamattu’. Yaitu, melaksanakan ibadah umrah terlebih dahulu dan setelah itu baru melakukan ibadah haji. Jamaah yang melaksanakan haji Tamattu’ ini diwajibkan membayar dam nusuk.

Untuk diketahui, Pemerintah Arab Saudi memperketat aturan pembayaran dam. Aturan terbaru melarang jemaah untuk membayar dam kecuali pada tempat-tempat resmi (Majazir Al-Masyru’). Penjualan dan penyembelihan hewan dam, kurban, fidyah, dan sedekah di luar tempat penyelebelihan resmi, akan dikenakan sanksi.

Sebelumnya, Nasrullah Jasam mengatakan, aturan baru tersebut bertujuan meminimalisir aksi tipu-tipu dam oleh oknum yang mengincar jamaah tiap tahun. Para oknum kerap memanfaatkan ketidaktahuan jamaah tentang seluk beluk pembayaran Dam.

Dia mengingatkan jamaah agar tidak mudah tergiur dengan harga yang terlampau murah atau harga yang di atas standard. Sebagai contoh, jika ada yang menawarkan harga hewan dam sebesar 250 riyal, harga tersebut sangat tidak mungkin.

Dia menyarankan jika ada pihak yang menawarkan jasa dam, hendaknya dipastikan tentang keamanahan yang bersangkutan. “Sepanjang pihak tersebut amanah dan dan bertanggungjawab, tidak masalah,” kata dia.

Nasrullah mengakui memang tidak ada mekanisme resmi dari pemerintah Indonesia terkait pembayaran dam. Pihaknya juga sama sekali tidak memungut biaya dam. Pembayaran dam sepenuhnya dikembalikan ke jamaah karena ini masalah ritual personal. Pihaknya hanya terus mewanti-wanti agar berhati-hati dalam pembayaran dam.”Jangan sampai jamaah terzalimi,” kata dia.

Dia telah menginstruksikan kepada ketua rombongan agar memberikan peringatan dan imbauan kepada jamaah terkait pembayaran dam. Hendaknya memilih tempat-tempat pembayaran dam yang resmi seperti Bank Ar Rajhi dan tempat-empat penyembelihan resmi. (njs/dbs/foto:jurnalmuslim)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store