:
:
News
Raja Salman Buka Perbatasan Salwa, Kabar Baik untuk Jemaah Haji Qatar

 gomuslim.co.id– Menteri Luar Negeri Qatar Syekh Muhammad bin Abdurrahman Al Thani mengapresiasi langkah Arab Saudi membahas permasalahan haji warga Qatar yang sempat terhambat. Syekh Muhammad mengatakan, perlu adanya rasa saling menghormati untuk segera menyelesaikan krisis Negara Teluk dengan Qatar.

Publikasi Aljazeera melaporkan, Kamis (17/08), Syekh Muhammad menyebutkan langkah Saudi memperbolehkan warga Qatar untuk menunaikan ibadah haji adalah upaya positif menjalin hubungan baik dengan Qatar. Namun demikian, kata Syekh Muhammad, Arab Saudi tidak memberikan prosedur yang jelas terkait pemberangkatan jemaah haji Qatar. Hal ini disampaikannya saat konferensi pers di Stockholm, Swedia.

Syekh Muhammad berharap, blokade negara-negara Teluk terhadap Qatar segera diakhiri. Selain itu, kata Syekh Muhammad, Qatar berharap masalah kemanusian, termasuk hak haji warga Qatar, jangan dikaitkan dengan masalah politik.

Syekh Muhammad menegaskan, Arab Saudi bertanggung jawab terhadap keamaan dan keselamatan jemaah haji Qatar jika tidak ada kerjasam dan prosedur yang jelas mengenai pemberangkatan jemaah Qatar di Arab Saudi. Syekh Muhammad juga mengapresiasi Emir Kuwait dan Pemerintah Amerika yang berupaya menyelesaikan permasalahan blokade Negara-negara Teluk terhadap Qatar.  

Sebelumnya, Saudi Press Agency mengabarkan, Rabu (16/08), Putra Mahkota Mohammed bin Salman melakukan pertemuan dengan Syekh Abdullah bin Ali Al Thani. Dalam pertemuan tersebut, Syekh Abdullah meminta membuka persimpangan perbatasan Salwa. Tujuannya agar calon jemaah haji dari Qatar bisa masuk ke wilayah Kerajaan Arab Saudi tanpa izin elektronik.

Perbatasan Salwa terletak di wilayah timur Kerajaan Arab Saudi yang berbatasan langsung dengan Qatar. Perbatasan yang terletak di Provinsi Al-Ahsa ini berjarak sekitar 460 kilometer ke Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh.

Setelah tiba di perbatasan Salwa, Raja Salman mengarahkan agar semua jemaah Qatar diterbangkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Internasional King Fahad di Dammam dan Bandara Internasional Al-Ahsa yang terletak di wilayah timur Kerajaan Arab Saudi.

Namun demikian, upaya Raja Salman ini mendapatkan kritik dari Lembaga Nasional Hak Asasi Manusia (NHRC) Qatar. Pasalnya, Arab Saudi melarang pesawat Qatar mengangkut jemaah Qatar menunaikan ibadah haji.

NHRC menekankan, permasalahan haji seharusnya tidak dikaitkan dengan masalah politik. Hal ini karena haji merupakan hak individu yang telah ditetapkan konvensi internasional dan syariat Islam. Lebih lanjut, NHRC menuntut, Negara-negara Teluk menghentikan blokade terhadap warga Negara Qatar sejak beberapa bulan silam. (ihs/dbs/foto: aljazeera)

Responsive image
Other Article
Responsive image