:
:
News
Inilah Tim Sepak Bola Hijabers Pertama di Mesir

gomuslim.co.id- Baru-baru ini, tim sepak bola perempuan berhijab pertama di Mesir makin naik daun. Mereka adalah TransForma Pink Warriors, tim sepak bola asal Mesir dengan pemainnya para muslimah berhijab yang menarik banyak penggemar sampai sekarang.

Kisah perjalanan sukses tim sepak bola Pink Warriors ini dimulai saat atlet Samir El Degwi dan rekan pendiri Calosha Boalia dari TransForma memutuskan bahwa inilah saatnya mengubah perspektif Mesir tentang wanita dalam olahraga.

"Kembali pada tahun 2013, tim sepak bola nasional Mesir (pria) nasional bermain melawan Maroko di Kejuaraan IFAF Afrika Inaugural, dan kami memperhatikan bahwa penonton kebanyakan adalah wanita. Ini mengejutkan kami sebagai peluang menarik yang harus kami ambil, "kata Samir, seperti dilansir dari publikasi MySalaam.

Pada bulan Oktober 2015, tim ini didirikan dengan hanya 18 pemain saja, namun jumlahnya berkisar antara 16 tahun hingga 35 tahun. Sejak awal, perusahaan ingin memastikan bahwa semua kelompok usia diterima.

"Pada Tim TransForma, kami selalu berusaha menantang anggota tim kami melalui olahraga sambil memastikan keamanan mereka. Itulah mengapa kita memiliki program latihan kebugaran, latihan membangun tim, dan program latihan intensif yang mendorong semua pemain untuk membatasi mereka tanpa meninggalkan bekas luka permanen, “ jelasnya.

Kata Samir, saat pertama kali latihan bersama pemain perempuan ini, mereka dalam kondisi baik, bahkan kebanyakan dari mereka justru belum pernah emmegang bola. Tapi untuk dia dan tim perempuannya, hal itu hanya menimbulkan tantangan: hanya dalam beberapa bulan, mereka harus berjuang masuk di berbagai pertandingan.

Setelah enam bulan ketekunan, para Warriors siap bertempur dalam pertandingan sepak bola wanita pertama di Mesir melawan She Wolves, sekarang tim sepak bola kedua Mesir, yang didirikan di bawah tim Wolves Kairo.

"Kami tidak punya waktu untuk mempromosikan acara tersebut; Kami begitu fokus pada kemenangan, yang pernah kami lakukan hanyalah melatih. Dan kami menang!, “ kata Samir.  

Tak hanya itu, untuk meningkatkan skill tim sepak bola hijabers  ini, Samir dan Calosha memutuskan untuk masuk ke ranah internasional. Mereka mendekati The Black Mambas Divas dari Maroko dan kedua tim sepakat untuk memainkan pertandingan pertama bendera negara Amerika MENA di Kairo Mei 2017 lalu.

Aacara tersebut menampilkan pembicara tamu VIP, penggemar sepak bola dari Mesir dan Maroko, dan tim sepak bola bendera wanita papan atas negara bagian, Pink Warriors tampil berjaya di malam hari.

Salah satu pemain di Pink Warriors, Allaa Elamrousy (22 tahun) megatakan bergabung dengan Pink Warriors mengubah persepsi tentang kehidupan dan menantangnya untuk keluar dari zona nyamannya.

"Saya berada pada titik balik dalam hidup saya, di mana saya ingin tampil beda dan menantang stereotip, terutama olahraga dan hijab, dan sepak bola itu sendiri. Permainan ini  tidak hanya menantang kemampuan fisik saya, tapi juga memperkuat keadaan mental dan refleks saya. Itu menguatkan saya, “ jelas Allaa.

Seperti kebanyakan ibu Mesir, Allaa sudah sejak awal ditentang sang ibunda pertama kali mengatakan kepadanya bahwa dia ingin bermain sepak bola Amerika.  Tapi, setelah menjelaskan konsep sepak bola dan menunjukkan prestasinya, keluarganya akhirnya datang.

"Sebagian besar tim tersebut memiliki orang tua yang tidak setuju, terutama setelah film gegar otak Will Smith. Saat itulah kami mengundang orang tua untuk melihat sepak bola bendera dan mengajari mereka aturan permainan, “ tambah Samir.

Kini popularitas tim sepak bola ini di Mesir terus meningkat. Dengan 35 pemain di tim Pink Warriors akan terus meningkatkan skill mereka untuk masuk ke pertandingan-ertandigan Internasional. (fau/dbs/foto: mysalaam)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image