:
:
News
Ini Layanan Kesehatan Plus untuk Jemaah Haji Indonesia di Madinah

gomuslim.co.id-  Jemaah haji Indonesia yang sakit mendapatkan layanan kesehatan plus. Selain layanan medis, pasien juga mendapatkan pendampingan psikologis dan spiritual.

 

Petugas Layanan Bimbingan Ibadah PPIH Daker Madinah, Bambang Hari berharap, layanan ini akan dapat mempercepat proses penyembuhan pasien. Sehingga, jemaah bisa kembali ke hotelnya dan melanjutkan proses ibadah dengan khusuk.

“Kami (hadir) di sini dalam rangka mendampingi para pasien agar bisa ibadah walaupun dalam keadaan sakit,“ tegas Bambang Hari.

Setiap hari, Bambang dan pembimbing ibadah lainnya, Balqis, mengunjungi KKHI. Mereka berdua menyapa satu per satu pasien dengan bertandang ke setiap kamar rawat inap. “Assalamu’alaikum bapak? Apa kabar, Pak? Sehat ya? Gimana ibadahnya?,” sapanya.

Seluruh pasien yang terbaring sakit, tidak didampingi oleh keluarganya. “Maka kita yang mendampingi mereka, sekaligus meyakinkan atau memberikan ketenangan, motivasi, sehingga tidak merasa sendiri,” urai Hari dalam wawancara dengan MCH Daker Madinah setelah melaksanakan kegiatan bimbingan ibadah. 

“Ketika kita hadir, secara psikologis ada timbul percaya diri (pasien) untuk kembali melaksanakan proses ibadah haji,” lanjutnya.

Menyinggung soal kelancaran kegiatan layanan bimbingan ibadah, Hari sangat berterima kasih kepada dokter dan perawat, khususnya di KKHI. Menurutnya, petugas kesehatan yang ada di KKHI memiliki pemahaman yang sangat baik tentang ibadah, misalnya tentang tayamum dan shalat dalam keadaan darurat.

“Sehingga kami sangat terbantu dan insya Allah seluruh pasien di sini tetap melaksanakan shalat lima waktu, meskipun dalam keadaan sakit,” tandasnya.

Kabar terbaru, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Madinah telah mengevakuasi 33 pasien menuju Makkah Al-Mukarramah. Hal ini dilakukan seiring semakin dekatnya pelaksanaan puncak haji, yakni fase Arafah – Muzdalifah – Mina (Armina).

Sejak 5 Agustus 2017, jemaah haji Indonesia yang sudah menjalani ibadah Arbain diberangkatkan secara bertahap menuju Makkah. Mereka diberangkatkan per kloter, kecuali jemaah yang masih dirawat, baik  di KKHI Daker Madinah maupun Rumah Sakit Arab Saudi.

“Kami sudah meakukan proses evakuasi pasien dari Madinah ke Mekkah sejak tanggal 9 Agustus. Sudah ada 33 jamaah yang dievakuasi dan sampai sampai nanti malam kami berharap ada lima pasien lagi (menuju Mekkah),” ungkap Penanggung Jawab Evakuasi dan Dokter Triage KKHI Madinah Tia Astriana.

Pasien yang dievakuasi dari berbagai kondisi. Namun, menurut Tia, mereka harus dalam posisi yang transportable sehingga selama perjalanan pasien terjamin tidak mengalami keluhan penyakit tertentu.

“Jadi proses evakuasinya sudah 17 kali dengan ambulan KKHI sebanyak tiga unit. Ambulans kami sudah terstandar untuk proses perujukan dan perawatan jemaah sakit,” jamin dokter yang di Indonesia bekerja di RSUD Serang.

Jemaah yang didorong ke Makkah kondisinya sudah ada yang sembuh dan membaik. “Ada beberapa yang harus dirawat nantinya di KKHI atau RSAS Mekkah, dan ada juga yang dikembalikan ke kloternya. Tapi kami lihat dulu jamaah transportable atau tidak. Kalau tidak artinya mengancam keselamatan pasien, maka kami tidak lakukan evakuasi,” pungkasnya. (fau/kemenang/dbs/foto: viva)

Responsive image
Other Article
Responsive image