:
:
News
Buka Aksioma-KSM Tahun 2017, Ini Pesan Menag kepada Ribuan Siswa Madrasah

gomuslim.co.id- Ajang Kompetisi Seni dan Olahraga Madrasah (Aksioma) dan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tahun 2017 baru saja dimulai. Pembukaan perhelatan meriah dan kolosal dilakukan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Stadion Mandala Krida Yogyakarta, Senin (07/08/2017) malam.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Wakil Gubernur DI Yogyakarta Paku Alam X, pejabat eselon I dan II Kemenag serta Kakanwil Kementerian Agama Provinsi. Pembukaan Aksioma-KSM diawali dengan defile kontingen setiap provinsi yang menggunakan Delman atau Andong hias dengan pakaian adat setiap provinsi. Mereka melintas di depan panggung utama dengan melambaikan tangan yang dibalas sukacita oleh Menag, Wakil Gubernur, dan para pejabat serta gemuruh ribuan siswa madrasah yang memenuhi tribun di sayap kiri kanan stadion.

Pembukaan yang ditandai dengan pencabutan Gunungan oleh Menag dan diserahkan kepada Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin berlangsung meriah. Tarian kolosal Aku Cinta Madrasah yang dibawakan ribuan madrasah dengan koreografi yang menarik , menjadi salah satu gelaran acara pembukaan yang juga mengahadirkan kelompok musik Kyai Kanjeng dengan Cak Nun serta penyanyi Novia Kolopaking.

Peserta kegiatan AKSIOMA-KSM Tahun 2017 adalah siswa siswi terbaik seluruh Indonesia yang telah melalui seleksi dari tingkat Kabupaten atau Kota hingga Provinsi. Jumlah peserta dan pendamping AKSIOMA-KSM secara keseluruhan berjumlah 2.178 peserta dan 1.038 guru pendamping yang berasal dari 34 provinsi seluruh Indonesia.

Sejumlah cabang olahraga, seni dan lomba akan digelar dari tanggal 27 Juli sampai 12 Agustus 2017. Untuk kegiatan KSM, bidang yang dilombakan adalah Matematika+PAI, IPA+PAI, Bilogi+PAI, Fisika+PAI, Kimia+PAI, Geografi+PAI dan Ekonomi+PAI.

Untuk kegiatan AKSIOMA, bidang lomba terdiri dari: Lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Kaligrafi, Pidato Bahasa Indonesia, Pidato Bahasa Inggris, Pidato Bahasa Arab, Tahfidz, Hadroh, Madrasah Singer, Tenis Meja, Bulu Tangkis dan Futsal. Sedangkan untuk LKTI terdiri dari bidang IPA, IPS dan Keagamaan.

Dalam sambutannya, Menag mengingatkan kewajiban siswa madrasah untuk menjaga diri dan menjaga negeri. “Bagaimana caranya? Sebagai pelajar, cara menjaga diri dan negeri adalah dengan prestasi,” kata Menag.

“Terus berprestasi, hingga kalian menjadi seorang ahli. Bukan ahli yang lupa diri tetapi seorang ahli yang senantiasa mawas diri. Bukan ahli yang tidak berbakti tetapi seorang ahli yang siap mengabdi pada ibu pertiwi. Bukan ahli yang tidak punya empati tetapi seorang ahli yang paham toleransi, selalu bergandeng tangan demi bangsa,” sambung Menag.

Menag mengatakan, bangsa ini menaruh harapan besar kepada para siswa madrasah. Sebab, mereka adalah calon pemimpin bangsa masa depan. “Pemimpin yang tidak sekedar mampu mengaplikasikan teknologi tetapi juga  mengaplikasikan iman, taqwa dan cinta tanah air untuk menjaga keutuhan bangsa,” ucapnya.

Menurut Menag AKSIOMA dan KSM merupakan kegiatan rutin Kementerian Agama  dalam rangka mengaktualisasikan potensi siswa madrasah. Lebih dari itu, event ini menjadi ajang mereka untuk saling mengenal satu sama lain.

“Sehingga, tidak hanya potensi intelektulitas dan sportivitasnya saja yang terasah tetapi sekaligus integritas mereka juga ikut terlatih ketika mereka bertemu dan saling belajar satu sama lainnya,” ucap Lukman Hakim.

“Mereka datang bukan ingin  menunjukan kemampuan dengan "jumawa" dan merasa  paling digdaya, tetapi ingin menunjukkan bahwa inilah kami anak madrasah di negeri ini yang siap berkompetisi untuk maju bersama saling bersinegi demi ibu pertiwi,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin mengatakan bahwa event ini diikuti lebih dari dua ribu siswa madrasah. “Mereka adalah siswa terbaik yang telah lulus seleksi di tingkat Kabupaten/Kota dan Provinsi. Juga dihadiri lebih dari seribu guru pendamping,” terangnya.

Dikatakan Kamaruddin, ada hal yang berbeda dari penyelenggaraan kegiatan tahun ini, yaitu pemanfaatan IT. Tahun ini, semua proses dilakuan berbasis IT, mulai dari pendaftaran, validasi kepesertaan dan semua yang menyangkut kompetisi sudah dilakukan berbasis IT.  “Dengan kata lain, dapat terpantau mudah  melalui intenet," tandasnya. (njs/kemenag)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image