:
:
News
Dukung Pengembangan Keuangan Syariah, OJK Beri Lampu Hijau untuk Pembiayaan Syariah Fintech

gomuslim.co.id- Pesatnya perkembangan industri keuangan syariah di Tanah Air mendorong Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan sejumlah kebijakan. Terbaru, OJK menyatakan mendukung perusahaan financial technology (fintech) yang mengembangkan produk syariah. Hal ini dinilai sangat positif bagi sejumlah perseroan yang merambah bisnis syariah.

Direktur Pengaturan Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK, Hendrikus Passagi mengatakan inovasi beragam bisnis model fintech Peer to Peer (P2P) lending sangat didorong oleh OJK melalui regulasi POJK 77 tahun 2016. “Pengembangan ke bisnis syariah merupakan cermin dari budaya bangsa gotong royong. Hal itu juga merefleksikan ajaran dari keyakinan yang mayoritas di negeri ini," ujarnya, Minggu (06/08/2017).

Terkait hal sama, Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Nonbank OJK Edy Setiadi menuturkan, fintech syariah kini dalam proses diskusi. Ia menyebutkan, saat ini sudah 15 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK. Sedangkan 12 dari 44 perusahaan fintech P2P lending masih dalam proses persetujuan pendaftaran.

"Untuk fintech syariah ini sudah pasti kita dukung. Ini juga dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi," katanya.

Sebelumnya, perusahaan fintech Investree mengaku telah mempresentasikan konsep P2P lending syariah kepada Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI). Investree kini menunggu tanggapan dan arahan dari DSN MUI terkait P2P lending syariah yang ingin diluncurkannya.

Wakil Ketua DSN MUI Adiwarman A Karim pun mengungkapkan, fintech syariah memang mulai menjamur. "Ya cepat, murah, dan mudah. Maka jadi andalan fintech buat ngembangin syariah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah (CIBEST) IPB Irfan Syauqi Beik menilai, hal itu sebagai sinyal baik bagi bisnis syariah. Apalagi keberadaan fintech, menurutnya, bisa meningkatkan aspek daya jangkau dari keuangan syariah kepada masyarakat yang selama ini belum pernah atau belum tersentuh oleh industri keuangan syariah.

"Jadi membuka ruang investasi atau membuka ruang yang lebih besar kepada masyarakat untuk mengakses produk-produk keuangan syariah. Hal itu karena, dengan fintech segala sesuatu jadi lebih mudah," jelas Irfan.

Ia berharap, melalui produk fintech berbasis syariah, kesadaran masyarakat untuk mengenal dan memakai keuangan syariah lebih terdorong. "Diharapkan juga bisa meningkatkan pangsa pasar industri keuangan syariah yang masih sangat kecil," tuturnya.

Irfan menegaskan, implikasinya memang sangat luar biasa. Hanya saja aspek pengawasan dari para regulator seperti Bank Indonesia (BI) serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus ditingkatkan.

"Tinggal nanti OJK dan BI harus selalu memperhatikan aspek pengawasan. Jangan sampai kemudian dari sisi pengawasan, kalah canggih dengan teknologi yang dimiliki oleh fintech," tutur Irfan.

Baginya, menjaga aspek tersebut penting, agar tidak terjadi berbagai hal negatif. "Hal negatif itu yang bisa menurunkan kepercayaan masyarakat kepada industri keuangan syariah," katanya. (njs/dbs/foto:ekonomisyariah.org)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store