:
:
News
Bangun Karakter Anak Indonesia, Ini Program Unggulan Pemberdayaan Dompet Dhuafa

gomuslim.co.id-  Prestasi anak-anak Indonesia tidak kalah jauh dengan negara-negara maju, banyak prestasi yang ditorehkan dari juara olimpiade sains hingga olimpiade teknologi. Namun dibalik itu semua masih terdapat tantangan yang harus kita hadapi. Tantangan yang dihadapi anak-anak di Indonesia yaitu pendidikan dan kesehatan, karena  tidak semua wilayah di Indonesia dapat menjangkau infrakstruktur pendidikan dan kesehatan yang memadai.

Dompet Dhuafa sebagai garda terdepan dalam memajukan anak-anak Indonesia, mempunyai program yang selalu diserukan seperti Program Anak Indonesia Sehat dan Program 1000 Akta Kelahiran bagi Yatim dan Dhuafa di seluruh Indonesia. (Sabtu, 22/07/2017).

Program Anak Indonesia Sehat (AIS) merupakan salah satu langkah untuk meningkatkan kualitas kehidupan anak-anak di negeri ini. Program ini memastikan anak-anak di usia sekolah di Indonesia mendapatkan asupan gizi yang baik. Sehingga terus terjaga generasi penerus bangsa.

Sementara Program 1000 Akta Kelahiran bagi Yatim dan Dhuafa merupakan program untuk memudahkan ribuan anak-anak di Indonesia dalam mendapatkan akta kelahiran. Sekitar 48% dari jumlah anak-anak Indonesia belum memiliki akta kelahiran. Hal tersebut membuat mereka sulit mendapatkan akses pendidikan, kesehatan, dan hak-hak mereka lainnya.

Berada dalam garis kemiskinan, membuat anak-anak yatim dhuafa semakin sulit dalam membuat dan mendapatkan akta kelahiran. Terlebih, seringkali berkas-berkas persyaratan pembuatan akta kelahiran yang tidak lengkap. Walaupun pemerintah sudah mensosialisasikan pembebasan biaya dalam pembuatan akta kelahiran, namun fakta di lapangan masih terjadi pemungutan biaya.

Menurut Direktur Pendidikan Dompet Dhuafa, Rina Fatimah sudah hampir 13 tahun Dompet Dhuafa berpartisipasi sekaligus menyelenggarakan program-progam pendidikan. Tujuan utama dari proses pendidikan adalah melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas baik kompetensi maupun perilaku.

Karena itu, untuk mewujudkan tujuan tersebut, Dompet Dhuafa dalam mengelola program-program pendidikan selalu menempatkan pembinaan karakter menjadi aktivitas utama. Aktivitas pembinaan karakter yang diberikan disesuaikan dengan usia penerima manfaat.

“Selain itu, sekolah sebagai “rumah kedua” bagi anak-anak, tentunya diperlukan lingkungan sekolah yang positif untuk membantu tumbuh kembang anak. Dompet Dhuafa melalui program Sekolah Literasi Indonesia melakukan pendampingan di beberapa sekolah mulai dari tingkat dasar hingga menengah, ada yang berbentuk formal maupun non formal, “ jelas Rina Fatimah.

Salah satu aktivitas pendampingan yang dilakukan kepada sekolah-sekolah tersebut yakni bersama-sama sekolah merumuskan nilai-nilai baik yang akan diajarkan kepada peserta didik melalui proses pembiasaan sehingga nilai-nilai baik tersebut akan menjadi budaya sekolah. Budaya sekolah yang positif akan mengurangi tindakan bullying yang terjadi dikalangan peserta didik.

Peranan keluarga (orangtua) sangat penting dalam perkembangan anak, terutama anak-anak pada usia golden age (0 sampai 6 tahun),  lingkungan yang disediakan oleh keluarga sangat berperan dalam pembentukan seorang anak. Pentingnya peranan keluarga, pemerintah Indonesia telah menunjukkan dukungannya untuk program pendidikan keluarga melalui kebijakan nasional. Peraturan yang berkaitan dengan pendidikan keluarga yakni peraturan presiden no. 60, thn 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik-Integratif. Pendidikan keluarga juga masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional.

Selain itu, saat ini kemendikbud memiliki laman www.sahabatkeluarga.kemendikbud.go.id. Di dalam laman tersebut ada banyak modul yang bisa dijadikan pegangan atau panduan bagi orangtua dalam melakukan pendidikan dan pengasuhan bagi anak-anaknya. Pendidikan keluarga menjadi bagian penting untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Terkait kasus bullying yang baru-baru ini terjadi kepada anak sekolah, menanggapi hal tersebut, Syafii, Pakar Parenting Islam mengatakan Bullying berhubungan erat dengan konsep diri yang buruk. Baik pelaku maupun korban (mengizinkan dirinya terdampak oleh bullying) biasanya memiliki konsep diri yg buruk. Maka, pertama, yg bisa dilakukan orangtua adalah memperbaiki konsep diri anak.

“Tanamkan pada diri anak sikap menerima diri sendiri dan mensyukuri apapun yang ada pada dirinya. Baik terkait fisik, latar belakang ekonomi, suku, orangtua dan lain-lain. Ingatkan anak agar tidak membanding-bandingkan dirinya dengan temannya. Pahamkan bahwa setiap manusia memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing tugas orangtua menemukan bidang kelebihan anak dan melatihnya sampai menjadi ahli, “ pungkasnya.  (fau/dd)

 Tentang Dompet Dhuafa

Dompet Dhuafa adalah lembaga nirlaba milik masyarakat indonesia yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa dengan dana ZISWAF (Zakat, Infaq, Shadaqah, Wakaf, serta dana lainnya yang halal dan legal, dari perorangan, kelompok, perusahaan/lembaga).  Selama 24 tahun, Dompet Dhuafa telah memberikan kontribusi layanan bagi perkembangan ummat dalam bidang sosial, kesehatan, ekonomi, dan kebencanaan serta CSR.

Responsive image
Other Article
Responsive image