:
:
News
Kembangkan SDM Travel Muslim, PWH Gelar Educational Halal Trip ke Bangkok Thailand

gomuslim.co.id- Upaya pengembangan wisata halal terus dilakukan sejumlah kalangan. Hal ini dalam rangka memberikan kenyamanan terhadap wisatawan muslim saat menjalani liburan ke berbagai tempat. Terbaru, Pasar Wisata Halal (PWH) mengadakan pelatihan wisata halal (educational halal trip) ke Bangkok Pattaya, Thailand pada tanggal 21 sampai 24 Juli 2017.

Menurut Founder PWH Yenny Erika "Ekies" Andriani, educational halal trip ke Bangkok Pattaya ini bertujuan untuk inspeksi ke stakeholders pariwisata, seperti hotel, restoran, shopping center, pertujukan atau show. Hal itu dalam rangka mendukung kesiapan sumber daya manusia (SDM) travel Muslim untuk memasilitasi Muslim travelers lndonesia.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, peserta educational halal trip bisa membuat program halal tour dengan fasilitas standard halal,” papar Ekies, Rabu (19/7/2017).

Lebih lanjut, Ekies mengatakan, pada educational halal trip ini peserta dapat menganalisa setiap destinasi yang layak halal. “Dengan melihat, mendengar dan merasakan langsung, akan lebih baik untuk memberikan exellent service (pelayanan terbaik) kepada Muslim travelers (wisatawan Muslim) Indonesia,” tutur Ekies.

Sementara itu pada Kamis (20/7/2017), PWH juga menggelar Eastern Europe Halal Tours Product Presentations di Jakarta. “Eastern Europe Halal Tours Product Presentation bertujuan  untuk lebih mengetahui destinasi yang diminati wisatawan Muslim lndonesia dengan standard halal,” ujar Ekies.

Acara ini, kata Ekies,  bekerja sama dengan  Monarcia Tour Czech (Moslem Tour Operator) dan Mata Tour (lndonesian Representative Office), Turkish Air serta Embassy of Czech yang akan menginformasikan tentang visa Schengen.

Ekies menjelaskan, acara ini dikhususkan untuk pemilik travel agent, direktur maupun manajer. “Acara ini bisa jadi acuan bagi perusasahaan tours & travel untuk membuat paket-paket wisata  halal yang memang dibutuhkan  oleh Muslim travelers  lndonesia,” ungkap Ekies.

Secara sederhana, tour leader  (TL) dapat diartikan sebagai orang atau pihak yang berhubungan langsung dengan wisatawan dan menjadi pemandu dalam sebuah paket wisata. Menurut Managing Director PT Rafa Lintas Cakrawala Tours and Travels, Handayani Patrianti, TL adalah frontline atau ujung tombak dari sebuah perusahaan biro perjalanan.

"TL adalah wakil dari travel agent, yang merepresentasikan, sebuah paket wisata itu sukses atau tidak. Jika TL  pembawaannya tidak baik, kurang bagus, maka yang sudah kami persiapkan sebelumnya bisa saja berantakan,"  tutur wanita yang akrab dipanggil Anti.

Alhasil, TL  dianggap memegang peranan penting dalam sebuah paket wisata, terutama dalam aspek keterkendalian paket wisata tersebut. “Hal serupa pun berlaku di sektor pariwisata halal,” tuturnya.

Namun, berbeda dengan TL konvensional, TL Muslim memiliki tanggung jawab moral untuk mengingatkan para wisatawan muslim untuk beribadah, seperti shalat lima waktu atau ibadah lainnya. “Pun dengan kepastian jaminan halal makanan atau minuman yang dikonsumsi oleh wisatawan selama mengikuti paket wisata tersebut,” papar Anti.

Ketua Indonesian Islamic Travel Communication Forum (IITCF), Priyadi Abadi mengemukakan  TL Muslim juga diharapkan memiliki pengetahuan dasar tentang keislaman, mulai dari aspek-aspek peribadatan, seperti waktu shalat, arah kiblat, dan jenis-jenis makanan dan minuman halal.

''Pengetahuan seperti itu kan dasarnya wisatawan Muslim. Maka dari itu, TL Muslim harus mengetahui hal itu di luar kepala. Di samping, pengetahuan mengenai sejarah atau hal-hal yang berkaitan dengan wisata Muslim. Bukan umum lagi, tapi sudah spesifik,'' ujar Priyadi.

Lebih lanjut, Priyadi mengungkapkan, seorang TL  Muslim juga diharapkan tidak hanya memiliki wawasan atau pengetahuan, dan kemampuan atau skill, tetapi juga mempunyai attitude atau sikap yang baik. Apalagi,  secara luas, Islam tidak hanya berbicara mengenai ibadah, tetapi juga etika dan sopan santun dalam berhubungan dengan orang lain.

"Sopan santun, jujur, tidak ada tipu-tipu. Itu Islam. Maka dari itu, hal-hal tersebut harus menjadi suatu pedoman dari seorang TL Muslim. Kami menjadikan wisata Muslim sebagai taddabur alam, perjalanan yang sekaligus mensyukuri nikmat dan kebesaran Allah SWT. Jadi fokusnya bukan hanya jalan-jalan saja, tapi juga menyukuri nikmat Allah SWT,"  tutur Priyadi. (njs/dbs/pwh/foto:zhofania)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store