:
:
News
Yogyakarta Jadi Tuan Ramah Kompetisi Sains Madrasah dan AKSIOMA 2017

gomuslim.co.id-  Kementerian Agama akan kembali menggelar ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Kali ini, KSM akan digelar di Provinsi Yogyakarta pada 7 sampai 12 Agustus 2017 mendatang.

 

Pada saat yang sama, akan diselenggarakan juga Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah  (AKSIOMA).

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaaan (KSKK)  Madrasah M. Nur Kholis Setiawan berharap KSM dan AKSIOMA bisa menjadi ajang aktualisasi prestasi bidang sains, seni, dan olah raga  siwa madrasah.

“Kompetisi ini dilaksanakan guna memberikan wadah bagi anak didik Madrasah agar mereka memiliki kepercayaan diri dan merasa pantas ikut dalam ajang yang bersifat nasional. Selain itu, juga agar mereka merasa ada kesempatan yang sama dalam berprestasi seperti halnya anak-anak sekolah umum lainnya,” jelas Nur Kholis.

M. Nur Kholis juga berharap Aksioma dan KSM  dapat mengembangkan dan membina  potensi, bakat serta minat  siswa madrasah. “Mereka yang menang akan mendapat pembinaan dari Direktorat KSKK agar dapat berkompetisi di kancah nasional dan internasional,” pungkasnya.

Adapun, peserta KSM 2017 ini terbuka bagi siswa madrasah maupun sekolah. Bidang yang dilombakan pada penyelenggaraan KSM tahun 2017 adalah untuk Madrasah Ibtidaiyah (MI); matematika + agama Islam dan IPA + agama Islam, untuk Madrasah Tsanawiyah (Mts); Matematika + agama Islam, Biologi + Agama Islam, dan Fisika + Agama Islam, dan untuk Madarasah Aliyah (MA); matematika + agama Islam, Biologi + agama Islam, Fisika + agama Islam, Kimia + agama Islam, Ekonomi + agama Islam, dan Geografi + agama Islam. 

Sedangkan, dalam rangka mempersiapkan Ajang Kompetisi Seni dan Olah Raga Madrasah (AKSIOMA) Tahun 2017, Direktorat Pendidikan Madrasah (Ditpenma), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Ditjen Pendis), Kementerian Agama RI (Kemenag) secara resmi mengeluarkan Petunjuk Teknis (Juknis) AKSIOMA Tingkat Nasional.

"Dengan memahami petunjuk teknis ini diharapkan panitia penyelenggara, peserta dan pihak-pihak lain dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sehingga kegiatan AKSIOMA mencapai hasil secara optimal," kata Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Dirjen Pendis) Kamaruddin Amin sebagaimana keterangan resminya.

Maksud diselenggarakan AKSIOMA yang sudah dilaksanakan sejak Tahun 2009 adalah dalam rangka peningkatan mutu dan daya saing pendidikan madrasah dengan ditopang peserta didik sehat secara jasmani dan rohani dalam menerima pendidikan di madrasah.

"Tujuan AKSIOMA untuk kali kedelapannya ini adalah membangun citra madrasah sebagai basis pengembangan rohani, jasmani, skill dan intelektualitas. Mengembangkan potensi-kreativitas siswa, memberi kesempatan dan penghargaan bagi siswa berprestasi sesuai dengan minat dan bakatnya untuk dapat beraktualisasi diri juga salah satu tujuannya," kata alumnus Universitas Bonn-Jerman ini.

Kegiatan AKSIOMA Tahun 2017 ini, lanjut Kamaruddin, akan dilaksanakan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). "Dengan diikuti oleh murid utusan terbaik (juara) dari Madrasah Ibtidaiyah (MI), Tsanawiyah (MTs) dan Aliyah (MA) di masing-masing provinsi, AKSIOMA dilaksanakan di Kota Yogyakarta pada tanggal 07 sampai 12 Agustus 2017 nanti," kata Guru Besar UIN Alauddin-Makasaar ini.

Mengenai teknis pelaksanaan AKSIOMA, Kamaruddin menerangkan bahwa penyelenggara AKSIOMA 2017 ini adalah Kementerian Agama RI, sedangkan pelaksananya adalah Kantor Wilayah Kementerian Agama Propinsi DIY dengan dibantu Kankemenag Kabupaten/Kota se-DIY. "Secara lebih teknis lagi, Kanwil Kemenag Propinsi se-Indonesia dapat membentuk panitia pelaksana di daerah masing-masing," ucap Dirjen Pendis.

Dengan tema "Sehat, Unggul dan Berdaya Saing Global", AKSIOMA 2017 ini berlogo 2 murid memegang obor api. "Makna dari logo tersebut bisa diterangkan sebagai berikut; Api, semangat berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dan mencapai cita-cita. Obor, satu kesatuan utuh untuk memperkuat semangat untuk menggapai cita-cita. Dua Siswa Memegang Obor Api, menjunjung tinggi semangat berkompetisi secara sehat dan sportif. Warna Merah, mempresentasikam siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Warna Biru, mempresentasikan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Warna Abu-abu, mempresentasikan siswa Madrasah Aliyah (MA)," papar Kamaruddin Amin.(fau/kemenag/dbs/foto: mandarussalam)

Responsive image
Other Article
Responsive image