:
:
News
Sebar Pesan Perdamaian, Komunitas Muslim Australia Luncurkan Kampanye ‘Meet A Muslim’

gomuslim.co.id-  Sekelompok sukarelawan dari komunitas Muslim dari seluruh Australia, baru-baru ini telah meluncurkan sebuah kampanye yang mendorong orang untuk bertemu dengan seorang Muslim lewat kopi, kue dan percakapan.

Inisiatif ini dirancang untuk mengatasi kesalahan informasi tentang Islam dan peningkatan ekstremisme. "Kampanye ini tidak hanya di sisi umat Islam, tapi juga di sisi lain. Mengapa Anda tidak bertemu dengan seorang Muslim Australia dan mengenal mereka dan melihat Anda dan mereka juga memiliki begitu banyak kesamaan, “ jelas Imam Mohammed Atae Rabbi Hadi, seorang pemimpin di masjid Baitul Huda di Sydney's Marsden Park, mengatakan kepada publikasi The Sydney Morning Herald.

Hadi adalah juru bicara nasional kelompok Muslim Down Under. Lewat para  relawan, kampanye ini memungkinkan pertemuan dengan kolega lintas agama yang bersedia menjawab pertanyaan yang diajukan oleh masyarakat tentang iman mereka saat mereka memesan kopi satu lawan satu dengan seorang Muslim yang berpraktik langsung di lingkungan mereka.

Sebelumnya, kelompok ini telah menjalankan sesi tanya-jawab di kampus Parramatta dan Lithgow di Universitas Sydney Barat. Sementara beberapa orang tertarik pada sejarah dan teologi Islam, Hadi mengatakan sebagian besar bertanya tentang apa yang mereka lihat di televisi.

"Mereka bertanya: Apakah Islam benar-benar agama yang kejam? Jika tidak, mengapa terjadi kekerasan? Apa arti 'jihad'?, “ kata Hadi.

Konsep "bertemu dengan seorang Muslim" bukanlah hal baru, dengan komunitas Muslim di AS menggunakan ungkapan untuk memberi merek pada sesi informasi publik.

Najm Sehar, koordinator nasional kaum Muslimin Down Under dan salah satu relawan mengatakan bahwa dia sangat memiliki pengalaman positif dengan anggota masyarakat.

Ibu dua anak berusia dua tahun dan lulusan master ini mengatakan orang sering tersenyum padanya di depan umum, di mana keyakinan agamanya "sangat terlihat".

"Sejujurnya, saat tragedi 9/11 terjadi saat saya di SMA, selama tujuh tahun saya menghabiskan perjalanan dari daerah pinggiran barat ke Universitas Sydney untuk belajar, saya benar-benar hanya memiliki satu kejadian saat berada di sekolah yang bisa menjadi gambaran sebagai 'Islamofobia',” katanya.

Dalam pembicaraannya, Sahar lebih memilih untuk menghindari pembicaraan tentang pelecehan yang biasanya dihadapi Muslim, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat membuat umat Islam "takut" terhadap orang-orang di sekitar mereka.

"Ketika Anda mendengar tentang laporan ini, hampir mendorong kita untuk memiliki fobia satu sama lain, “ kata Sahar.

Untuk diketahui, menurut sensus 2006, sekitar 340.392 orang atau 1.71% dari penduduk Australia adalah Muslim. Angka ini naik pada sensus 2011, menjadi berjumlah 476.291 orang atau sekitar 2,2%. Kenaikan ini bersifat fantastis dari tahun 1981 sebanyak 483%. Bisa dikatakan, sekalipun segelintir saja kaum Muslimin di negara Australia ini, tetapi pertumbuhan mereka sangat cepat.

Menjadi komunitas yang ditetapkan berdasarkan identitas keagamaan, masyarakat Muslim Australia merupakan masyarakat yang paling beragam secara etnis atau secara ras, dengan anggota dari berbagai latar belakang etnis dan ras. Dengan demikian, bagian-bagian berbeda di dalam komunitas Muslim Australia juga dapat mendukung identitas tambahan, terbebas dari identitas Muslim mereka, sering berhubungan dengan teman non-Muslim, di Australia maupun luar negeri.

Orang-orang Islam di Australia ini hidup di berbagai kota, seperti di Sydney dan Melbourne. Mereka juga banyak bertinggal di luar kota-kota besar, seperti selatan Victoria. Mayoritas mereka ialah kelas pekerja. 27% masuk kategori profesional, yaitu administator, dan juru teknik. Di luar itu, 73% nya ialah ulama, pekerja pelayanan dan transportasi, buruh, dan bekerja di perniagaan.

Meskipun kemunculannya sebagai agama di Australia sering dianggap sebagai "baru" bagi warga non-Muslim Australia dan lebih dikenal karena gelombang migrasi dari Dunia Muslim yang beragam--termasuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Tenggara, Balkan di Eropa, Anak benua India, dan Afrika Sub-Sahara, faktanya, Islam memiliki sejarah yang panjang di Australia. (fau/aboutislam/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image