:
:
News
Produk Kosmetik Halal dari Indonesia Ini Makin Populer di Bangladesh

gomuslim.co.id- Warga Bangladesh yang berpenduduk mayoritas Muslim beberapa tahun ini telah menjadi lebih sadar terhadap  merek dan mengikuti tren global, terutama mode dan kosmetik.

 

Tahun lalu, Bangladesh menghabiskan sedikitna USD 2,5 miliar untuk kosmetik saja. Menurut sebuah laporan oleh Negara Ekonomi Islam Global, menjadikan negara ini sebagai pembeli kosmetik terbesar keenam di dunia Muslim.

Salah satu tren yang membawa dunia Muslim secara luas adalah "mode sederhana" dari cara berpakaian tertentu yang menggabungkan selera, gaya dan tren terbaru, namun berada dalam batas-batas Islam. Dengan fashion sederhana hadir label kosmetik terbaru, yaitu "halal" kosmetik. Halal ini mengacu pada bahan yang digunakan untuk produk yang diperbolehkan dalam Islam.

Bithi Haq, seorang mahasiswa, mengatakan bahwa dia ingin mengikuti tren terbaru tanpa mengabaikan kode islami. "Saya ingin mengikuti tren yang diikuti teman saya dengan berpakaian sopan. Saya mulai mengenakan hijab saat berusia 18 tahun dan saya pikir saya terlihat baik mengenakannya, “ kata Bithi, seperti dilansir dari publikasi HalalFocus.

Kata Bithi Haq, dia menggunakan kosmetik halal namun mengeluhkan bahwa pasar Bangladesh belum siap memproduksi produk halal untuk konsumen lokal.

Senada dengan Bithi, Tasnima Tarannum Karishma, seorang dokter di Rumah Sakit Chittagong Agrabad Maa-O-Shishu mengatakan kepada The Dhaka Tribune, dia menggunakan kosmetik halal untuk mengikuti tren mode global.

"Dulu saya menggunakan kosmetik halal impor selama tiga tahun. Tapi dengan kemunculan perusahaan kosmetika Indonesia 'Wardah', sekarang saya bisa membeli kosmetik di sini, “ katanya.

Dia menambahkan bahwa dia percaya bahwa semua produk halal bebas dari lemak hewan dan alkohol.

Begitu juga dengan Guru Universitas East West, Laila Zaman mengatakan bahwa dia benar-benar berusaha mempertahankan "halal" dan "haram" dalam memilih produk yang ia makan atau gunakan.

 "Sebagian besar parfum memiliki alkohol di dalamnya tapi saya terpaksa menggunakannya, tapi waktu telah berubah dan sekarang saya bisa menggunakan parfum halal, “ kata Laila.

Selain itu, Laila juga merupakan klien reguler "Wardah". Dia mengatakan bahwa dia menggunakan produk Wardah karena mereka diberi labal "halal".

Kepala Asosiasi Pemilik Tempat Wisata Kecantikan Bangladesh, Mustakima Rubi mengatakan kepada Tribune Dhaka bahwa orang-orang mulai mencari produk herbal sekitar lima tahun yang lalu. Tren berubah dan dalam dua tahun terakhir, konsumen telah melakukan produk halal.

"Permintaan akan kosmetik halal meningkat di negara ini. Produk halal tidak hanya diperuntukkan bagi umat Islam, tapi non muslim pun mulai tertarik, “ tambah Rubi.

Rubi mengatakan meski Unilever memproduksi beberapa produk halal, Bangladesh membutuhkan sebuah perusahaan yang hanya memproduksi kosmetik halal.

Wardah Indonesia Tawarkan Lebih dari 300 Variasi Produk Halal

Di Bangladesh, "Symon AnMi" adalah mitra bisnis resmi Wardah, perusahaan kosmetik halal otentik. Pihak Wardah mengatakan Symon AnMi adalah perusahaan yang menjanjikan pertumbuhan yang berhubungan dengan bisnis multinasional. Ini adalah pengantar kosmetik halal pertama di Bangladesh.

Symon Imran Hyder, ketua Symon AnM  mengatakan bahwa mereka memulai bisnis mereka enam bulan yang lalu dengan motto membangun garis kosmetik halal yang tepat yang akan terdiri dari merek terbaik.

"Kami berharap orang bisa membeli produk berkualitas otentik dan premium kapanpun mereka mau. Karena, Bangladesh memiliki beberapa gaya fashion sederhana dan mereka mulai menuntut kosmetik halal. Kami ingin memenuhi kebutuhan mereka, “ pungkasnya.

Perusahaan sekarang menawarkan lebih dari 300 item. Malaysia, Indonesia dan Bangladesh adalah satu-satunya negara dengan mitra bisnis resmi Wardah.

Didirikan pada tahun 1985, Wardah adalah salah satu merek kosmetik terpopuler di Indonesia. Perusahaan ini disertifikasi dengan Good Manufacturing Practice (GMP) dan Halal Assurance System (HAS).  Konsumen sekarang dapat menemukan produk halal dari dua toko dari “Symon AnMi” di mal Polisi Gulshan Plaza Shopping dan Dhanmondi Plaza AR Bangladesh. (fau/dbs/halalfocus)

Responsive image
Other Article
Responsive image