:
:
News
Ustadz Ahmad Fathoni: Menghafal Alquran Harus Dibarengi dengan Menghafal Makna

gomuslim.co.id- Saat ini ghirah dalam menghafal kitab suci Alquran kian besar, seiring diselenggarakannya Musabaqah Hifzul Quran pada 1981. Musabaqah tersebut menjadi pemicu minat menghafal Alquran.

Penemu Tahsîn Tartîl Alquran Praktis “Metode Maisûrâ”, Berbasis Teori Praktek dan Pelatihan Ustadz Ahmad Fathoni mengatakan perkembangan pengajaran tahfizul Quran di Indonesia pasca-MHQ 1981 bisa diibaratkan air bah yang tidak dapat dibendung lagi.

Jika sebelumnya hanya eksis dan berkembang di Pulau Jawa dan Sulawesi, maka sejak 1981 hingga kini hampir semua daerah di nusantara, kecuali Papua, hidup subur bak jamur di musim hujan dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi, baik dalam format pendidikan formal maupun nonformal.

“Pembelajaran tahfizul Quran pun terus marak hingga di zaman modern sekarang ini. Saat ini bahkan hampir di seluruh kota besar di Indonesia memiliki banyak sekolah tahfizul Quran. Sebut saja Darul Quran milik Ustaz Yusuf Mansur,” ujarnya.

 Programnya sangat banyak dan cabangnya tersebar di Tanah Air. Belum lagi sekolah-sekolah kecil yang tersebar di mana-mana. 

Maraknya sekolah tahfizul Quran saat ini, lanjut Ustadz Fathoni harus pula diimbangi dengan kualitas serta pemahaman yang baik. “Alangkah sempurnanya jika para hafiz dan hafizah tak hanya sekadar menghafal Alquran, tapi juga dapat memahami makna dan kandungan di balik firman Allah dengan baik,” kata dia.

Berkaitan dengan hal tersebut, Ketua Lembaga Tadabbur Quran International Syekh Nashir bin Sulaiman al-Umar pernah mengingatkan agar kaum Muslimin lebih memperhatikan tadabbur Alquran. Maraknya lembaga-lembaga tahfizul Quran, halaqah tahfiz di masjid-masjid, hinga daurah tahfiz.  Hal ini menjadi fenomena yang menggembirakan. Hanya saja, pentadabburan kandungan Alquran hendaknya tidak dikesampingkan.

Namun, Fathoni sangat menyayangkan jika semangat dan antusiasme dalam membaca dan menghafal Alquran tidak disertai dengan semangat yang sama atau mendekati, dalam hal mentadabburi dan memahami Alquran. Penghafal seringkali menyaksikan ada di antara mereka yang menyempurnakan hafalan Alquran, tapi tidak mengetahui makna dari awal surat yang biasa dihafal oleh yang baru belajar.

“Kami menghimbau kepada seluruh Muslimin, agar hendaknya mentadabburi Alquran, baik dengan cara membaca (tilawah) maupun dengan menghafal (hifz),” pungkasnya. (nat/dbs/foto: ilustrasi)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store