:
:
News
Ketua MPR RI Tegaskan Pentingnya Pondok Pesantren untuk Persatuan Umat

gomuslim.co.id- Pondok pesantren mempunyai peran penting dalam mendorong persatuan umat Islam di Tanah Air. Dalam catatan sejarah, lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia ini telah membuktikan sebagai salah satu pusat perjuangan dalam meraih kemerdekaan. Persatuan umat Islam ini penting untuk terus dijaga.

Demikian disampaikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Zulkifli Hasan, saat menghadiri silaturahmi Ikatan Keluarga Pondok Pesantren Darussalam di Natar, Lampung Selatan, Minggu (9/07/2017). Pada kesempatan tersebut ia mengajak bangsa Indonesia termasuk umat Islam di dalamnya untuk bersatu.

“Sebagaimana kita tahu, sejarah telah membuktikan, pondok pesantren berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah. Sekarang waktunya mempersatukan umat supaya tidak terpecah belah karena persoalan kecil," ujarnya.

Menurut Zulkifli Hasan, perpecahan umat saat ini dikhawatirkan justru dimanfaatkan asing untuk menguasai sumber daya alam (SDA) Indonesia. "Ketika umat Islam ribut sendiri untuk masalah yang sebenarnya tidak prinsip, tiba-tiba kita baru sadar kehilangan sumber daya alam," ungkapnya.

Zulkifli juga menyampaikan, sudah bukan waktunya lagi ribut dan berdebat masalah khilafiyah. Seperti qunut atau tidak qunut, lihat bulan atau hisab, celana cingkrang atau tidak, dan sebagainya .

"Kita seharusnya sudah bicara bagaimana agar pendidikan Islam bisa maju. Atau bagaimana umat Islam bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Jangan mundur ke belakang," paparnya.

Lebih lanjut, Ketua MPR berpesan kepada pengelola dan pengajar Pondok Pesantren Darussalam, untuk terus berbenah meningkatkan kualitas sistem pendidikan. "Semoga dari Pesantren Darussalam lahir calon-calon pemimpin bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Siapapun walaupun dari desa, bisa jadi apapun asal mau kerja keras," katanya.

Sementara itu, di tempat berbeda, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Pesantren Indonesia (IPI) Jawa Timur membentuk pesantren digital sebagai bagian dari upaya memerangi radikalisme yang mulai tumbuh subur di media sosial atau internet.

Ketua IPI, Zaini Akhmad mengatakan peran pesantren digital ini nantinya untuk melakukan pendidikan dan pelatihan terhadap semua santri di seluruh pesantren, terutama yang berada dibawah naungan IPI.  

Menurut dia, dengan langkah ini maka para santri bisa mengerti bagaimana membuat laman, sekaligus dasar meneguhkan kualitas pesantren serta pemanfaatan kualitas teknologi bagi santri.

Tak itu saja, melalui pesantren digital yang menerangkan pengetahuan teknologi ini dapat diminimalisasi ujaran kebencian dan radikalisme yang marak tersebar melalui internet. "Sebab, sebagai agama yang Rahmatan Lilalamin semestinya menyebar kedamaian, bukan malah menyebar kebencian. Nah, di sinilah peran pesantren menangkal radikalisme sehingga dapat tercipta Islam yang damai," ucapnya.

Dia tidak ingin pesantren ketinggalan teknologi, terlebih selama ini karena paham radikal kanan maupun kiri menyerang lewat media sosial yang efeknya mengadu domba dan mengancam keutuhan Indonesia.

IPI menargetkan pesantren-pesantren sudah mendapat pelajaran informatika sehingga disarankan menggandeng ahli teknologi dari beberapa kampus guna mewujudkan program ini. "Untuk mendukung program ini, IPI juga akan menggandeng salah satu provider swasta. Kami telah pesan lima juta kartu perdana GSM untuk bisa digunakan oleh para santri," tuturnya.

Sementara itu, hingga saat ini IPI telah memiliki laman yang berisi tentang pelajaran Islam dan beberapa kajian yang dipelajari di pesantren telah bersifat digitalisasi. Antara lain, kata dia, kitab kuning, kitab Ihyaulumuddin, Aqidah dan lainnya sehingga santri tinggal mengunduhnya. (njs/dbs/foto:masirulblog)

Responsive image
Other Article
Responsive image