:
:
News
Gandeng PT Brantas Abipraya, BNI Syariah Salurkan Pembiayaan Rp200 Miliar

gomuslim.co.id- Industri perbankan syariah kian gencar melakukan sejumlah pembiayaan infrastruktur di Tanah Air. Seperti yang dilakukan BNI Syariah baru-baru ini. Menggandeng PT Brantas Abipraya, anak perusahan Bank Negara Indonesia ini bekerja sama memperkuat modal kerja untuk pengerjaan proyek-proyek sebesar Rp200 miliar.

Menurut Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur, BNI Syariah berkontribusi memberikan pembiayaan sebesar Rp200 miliar untuk keperluan modal kerja pengerjaan proyek, seperti pengairan, bendungan atau waduk, pembangunan gedung, pembangunan jalan tol, pembangunan jembatan dan lain-lain.

”Kerja sama ini merupakan bentuk dukungan BNI Syariah sebagai anak perusahaan BNI terhadap pertumbuhan infrastruktur di Indonesia dan kemajuan BUMN dalam hal ini PT Brantas Abipraya," ujarnya, Rabu (5/7/2017).

Dhias menjelaskan bahwa BUMN hadir untuk negeri sebagai salah satu penyedia layanan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan adanya kerja sama tersebut, kata dia, merupakan komitmen BNI Syariah dalam memajukan proyek infrastruktur. Ia berharap penandatanganan akad pembiayaan musyarakah modal kerja ini merupakan awal sinergi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak.

Selain pembiayaan tersebut, banyak hal yang dijajaki lebih lanjut untuk sinergi ke depan, di antaranya pembiayaan karyawan, hasanah card, pengelolaan keuangan dan lainnya. Pada kesempatan tersebut, BNI Syariah mengajak jajaran Direksi PT Brantas Abipraya menikmati pengalaman berhasanah melalui produk Hasanah Card yang diserahkan langsung Direktur Bisnis BNI Syariah, Dhias Widhiyati.

BNI Syariah berterima kasih terhadap dukungan masyarakat selama ini sehingga BNI Syariah dapat terus memberikan kontribusi positif salah satunya bagi pertumbuhan usaha milik negara. "Hal ini sejalan dengan Hasanah Lifestyle yang senantiasa terus bergerak menyebarkan kemanfaatan bagi masyarakat, bangsa dan negara," paparnya.

Sebagai tambahan informasi, sepanjang paruh pertama 2017, BNI Syariah mencatatkan penyaluran pembiayaan Rp 22,55 triliun. Angka tersebut tumbuh 18,84% secara tahunan atau year on year (yoy). Pembiayaan konsumer memberikan kontribusi terbesar yakni mencapai Rp 11,69 triliun atau tumbuh 16,35% secara yoy. Artinya, sebanyak 51,84% dari total pembiayaan BNI Syariah bersumber dari pembiayaan konsumer.

Dhias Widhiyati menjelaskan jika dirinci secara tahun berjalan atau year to date (ytd) pembiayaan konsumer naik 7,14%. Pencapaian tersebut melampaui target penyaluran pembiayaan konsumer di semester I-2017 yang sebesar Rp 11,32 triliun.

Meski secara nominal pembiayaan konsumer menyumbang porsi terbesar, pembiayaan komersial BNI Syariah tercatat mengalami peningkatan paling tinggi yakni sebesar 34,46% secara yoy menjadi Rp 4,36 triliun. Capaian tersebut melampaui target di bulan Juni 2017 yang dipatok sebesar Rp 4,2 triliun.

"Pertumbuhan pembiayaan didorong oleh segmen komersial, antara lain sektor konstruksi yang tumbuh signifikan," katanya. Selain kedua segmen tersebut, segmen bisnis Usaha Kecil Menengah (UKM) BNI Syariah juga mencatat kenaikan signifikan.

Tercatat pembiayaan UKM bank syariah milik PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk ini membukukan penyaluran mencapai Rp 4,88 triliun atau tumbuh 20,7% per akhir Juni 2017 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. "Bisnis konsumer UKM tumbuh 20% melampaui target proporsional bulan Juni 2017 sebesar Rp 4,6 triliun," tambah Dhias.

Meski demikian, pembiayaan mikro tercatat tumbuh paling kecil dibanding seluruh segmen pembiayaan BNI Syariah. Tercatat hingga semester I-2017 pembiayaan mikro BNI Syariah tumbuh 16% secara yoy menjadi Rp 1,27 triliun. (njs/bnisy/dbs)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store