:
:
News
Kampanye Perdamaian, Dua Hijaber AS Ini Rilis Brand Hijab 'Amara Collection'

gomuslim.co.id- Fenomena Donal Trump mempengaruhi kehidupan umat Muslim di berbagai negara terutama kawasan Amerika Serikat. Keadaan ini tersebut membuat umat Muslim terancam dan membuat orang lain prihatin, termasuk dua hijaber muda yang masih berstatus sebagai mahasiswi di Arizona State University.

Furdos Nurhussen dan Najma Hassan keduanya mengaku sedih melihat dunia politik saat ini terutama setelah Donald Trump terpilih menjadi Presiden AS. 

Adanya kampanye Islamphobia yang pernah diserukan Donald Trump membuat keduanya sempat merasa khawatir. Namun dengan kepercayaan diri tinggi mereka pun berusaha untuk tetap berpegang teguh pada imannya dan membantu wanita Muslim lain agar tidak takut berhijab.

Karena keduanya memiliki passion ke arah fesyen dan memiliki cita-cita sejak dulu ingin mengeluarkan brand sendiri namun belum tahu bekerja dalam bidang apa. Kemudian keduanya pun memutuskan untuk merilis brand hijab.

Terinspirasi dari Donald Trump, mereka sengaja merilis brand hijab untuk menyemangati wanita Muslim lain agar tidak khawatir lagi dengan hijab yang mereka kenakan.

"Aku tidak berpikir kita tahu apa yang ingin kita keluarkan sampai Donald Trump berkampanye. Melihat segala sesuatu yang terjadi setelah pemilihan ini malah membuat kita lebih percaya diri menjadi Muslim, dan semua identitas kita termasuk kita sebagai warga Amerika, makanya kita pilih mengeluarkan brand hijab karena Donald Trump," papar Furdos.

Seperti dilansir dari publikasi Phoenix New Times, kedua mahasiswi berusia 24 tahun berdarah Afrika itu mengeluarkan brand hijab bernama Amara Collection di Phoenix, Arizona, Amerika.

Selain itu, koleksi hijab perdananya sangat simpel meliputi warna solid dan cerah. Harga yang ditawarkan pun sangat terjangkau sekitar USD 12 sampai USD 14 atau mulai dari 160 ribuan.

“Koleksi Amara ditujukan terutama untuk hijabers berkulit gelap,” ujarnya.

Sementara, untuk koleksi hijab mereka diproduksi sendiri karena ayah Furdos merupakan seorang penjahit yang sudah berpengalaman selama sepuluh tahun.

"Kami memiliki mesin jahit sendiri di rumah dan dia menjahit pakaian untuk klien juga terkadang mengajariku untuk menjahit," pungkas Furdos. (nat/phoenixnewtimes/foto:amaracollection)

 

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store