:
:
News
Pengamat : Kesadaran Masyarakat Muslim untuk Berzakat Tinggi dan Lembaga Zakat Indonesia Sudah Diakui Internasional

gomuslim.co.id- Pengamat zakat UIN Syarif Hidayatullah, Amelia Fauzia mengatakan bahwa kesadaran masyarakat muslim di Indonesia untuk berzakat sudah cukup tinggi. Hal ini terlihat dari semakin banyaknya lembaga filantrofi yang mengelola zakat, infak, sedekah dan wakaf (Ziswaf). Kesadaran berzakat itu pun dilakukan sudah cukup lama, dan tidak hanya pada moment Ramadhan saja.

Ia menjelaskan, berdasarkan survei pada 2003-2004, menunjukkan 98 persen Muslim membayar zakat fitrah dan 34 persen membayar zakat mal. "Prosentase Muslim yang membayar zakat mal kemungkinan besar bertambah," ujarnya, Selasa (4/7/2017).

Menurutnya, tingginya penghimpunan zakat selama Ramadhan karena mayoritas Muslim mengikuti tradisi dan pemahaman yang menganggap lebih afdol dilakukan ketika Ramadhan. "Ketika muslim berpuasa dan melakukan amalan-amalan kebajikan lain, zakat dirasa lebih afdol. Terlebih lagi momen zakat fitrah memang dilakukan di akhir Ramadhan sebagai solidaritas bagi mereka yang tidak mampu sehingga bisa merayakan Idul Fitri," paparnya.

Jika dibandingkan tahun lalu, penghimpunan yang dilakukan oleh badan dan lembaga zakat tahun ini semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya kepercayaan kepada pengelola zakat dan lembaga filantropi Islam. Sehingga prosentase mereka menyalurkan zakat secara langsung kepada fakir miskin mulai berpindah dengan menyalurkan kepada organisasi. Ini pertanda bahwa semakin besar kepercayaan masyarakat kepada organisasi filantropi Islam.

Di sisi lain, saat ini eksistensi lembaga zakat di Indonesia telah diakui di tingkat nasional bahkan hingga internasional. Dalam 10 tahun terakhir ini, antusiasme muslim dalam memanfaatkan filantropi Islam meningkat cukup signifikan, termasuk dalam memanfaatkan lembaga zakat.

"Kiprah dan posisinya sebagai lembaga kedermawanan sudah cukup diakui eksistensinya baik nasional bahkan internasional. Sebagaian kecil lembaga zakat bahkan sudah bertransformasi menjadi lembaga kemanusiaan yang diakui PBB," kata dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah ini.

Ia mengungkapkan dalam 10 tahun terakhir ini antusiasme muslim dalam memanfaatkan filantropi Islam meningkat cukup signifikan, termasuk dalam memanfaatkan lembaga zakat. Berdasarkan survei filantropi Islam tahun 2003-2004 oleh UIN Syarif Hidayatullah menemukan bahwa hanya lima persen muslim yang mempercayakan zakat dan sedekah mereka didistribusikan dan dikelola oleh organisasi termasuk lembaga zakat.

"Artinya hanya sebagian kecil dari Rp 19,3 triliun nilai sumbangan zakat dan sedekah dalam satu tahun yang diserahkan melalui organisasi kedermawanan. Sedangkan selebihnya diberikan secara langsung kepada fakir miskin serta lembaga yang membutuhkan," jelasnya.

Meskipun saat ini belum ada survei nasional terbaru untuk melihat praktik filantropi Islam, namun jumlah pertambahan lembaga zakat memperlihatkan antusiasme masyarakat kepada lembaga zakat.

“Antusiasme masyarakat dimulai dengan kiprah lembaga zakat yang turut berkontribusi banyak dalam penanganan bencana alam. Salah satunya saat terjadi bencana alam yang masif Tsunami 2004 lalu dan beberapa bencana lainnya,” tandasnya. (njs/dbs/foto:wakaf alquran)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store