:
:
News
Kembangkan Pendidikan Vokasi, Kemenag Bangun Madrasah Berbasis Pertanian di Rokan Hulu Riau

gomuslim.co.id- Pengembangan madrasah vokasional terus digalakan Kementerian Agama (Kemenag). Baru-baru ini, Kemenag  berencana mengembangkan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) berbasis Pertanian di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau. Rencana ini akan mulai diterapkan pada tahun 2018.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M. Nur Kholis Setiawan mengatakan MAKN tersebut mulai beroperasi pada tahun pelajaran 2018/2019. "Kemenag berkomitmen mengembangkan madrasah kejuruan berbasis Ma'had. MAKN Rokan Hulu ini merupakan salah satu prototype MAKN dari 5 MAKN yang ada di Indonesia," ujarnya saat memantau persiapan operasional penyelenggaraan MAKN di Rokan Hulu, Selasa (04/07/2017).

MAKN Rokan Hulu sendiri berdiri di atas lahan seluas 13 ha yang berada di tengah hutan kelapa sawit. Lahan ini merupakah hibah masyarakat kepada Kemenag. M. Nur Kholis Setiawan mengatakan, pendirian MAKN ini bertujuan meningkatkan akses dan mutu pendidikan menengah di Provinsi Riau.

Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, Direktur KSKK Madrasah berjanji akan mengalokasikan anggaran pembangunan Unit Madrasah Negeri Baru melalui skema SBSN. Ia berharap, madrasah terus  mengembangkan kreativitas dan inovasi dengan berbasis keunggulan lokal yang tidak hanya fokus pada ilmu teori saja. Lebih dari itu, madrasah juga harus dapat mengedepankan praktek dan implementasi.

"Pendidikan tidak hanya fokus pada dimensi ilmu teori saja, tetapi juga harus berdimensi praktek," jelas M Nur Kholis Setiawan.

Turut hadir mendampingi Dirjen KSKK, Kakanwil Kemenag Provinsi Riau Ahmad Supardi Hasibuan dan Kasubdit Kesiswaan Dit KSKK Abdullah Faqih. Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau menyampaikan terima kasih atas dijadikannya MAKN Rokan Hulu Riau sebagai salah satu prototype MAKN di Indonesia.

Sebagai informasi, Kementerian Agama saat ini sedang mengembangkan empat tipe madrasah. Pengembangan ini dilakukan guna meningkatkan kualitas madrasah serta mampu menarik minat masyarakat untuk memilih sekolah.

Empat tipe madrasah yang dimaksud di antaranya, madrasah akademik yang aktifitasnya betul-betul penguatan akademik dan sains. Para siswa diarahkan mengikuti berbagai olimpiade sains sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan akademiknya.

Tipe kedua adalah madrasah vokasi. Madrasah vokasi memiliki kelebihan karena mampu menggabungkan antara pendidikan ketrampilan dan pendidikan karakter. Menurut penelitian, kebutuhan tenaga kerja saat ini bukan hanya mengacu pada prestasi akademik, tetapi juga kejujuran dan integritas.

Tipe ketiga adalah madrasah reguler. Tipe ini merupakan pola in between. “Kalau ingin berkembang ke akademik, silahkan, nanti kekurangannya apa, prosesnya bagaimana, kita dukung, kita fasilitasi dengan bantuan-bantuan. Sebaliknya kalau dia ingin ke vokasi, kita dorong juga," ujar Nur Kholis.

Sedangkan tipe terakhir adalah madrasah keagamaan. Hal ini diperlukan untuk memperbanyak jumlah ulama di kalangan masyarakat. “Kurikulum keempat tipe tadi tetap sama, perbedaannya hanya pada penguatan atau peminatannya. Cara seperti itu saya kira akan lebih efektif,” tandas Nur Kholis. (njs/kemenag/foto:riauaksi)

Responsive image
Other Article
Responsive image
gomuslim
Get it on the play store