:
:
News
Begini Kisah Nada Mashaal, Ballerina Berhijab Asal Arab Saudi

gomuslim.co.id- Wanita berhijab kini semakin membuka sayap lebih lebar dengan meraih impian mereka masing-masing. Hal ini membuktikan bahwa dengan berhijab tidak menghalangi mereka untuk berprestasi dan meniti karir. Ungkapan ini yang telah dirasakan oleh Nada Mashaal yang merupakan hijaber sekaligus ballerina asal Arab Saudi.

Memang bukan hal yang mudah menjadi penari balet berhijab karena ia tinggal di negara Muslim. Dirinya mengaku beberapa kali dikritik karena mengenakan hijab dan menari balet. Busana balet dianggap kurang sopan untuk wanita berhijab. Hal tersebut diungkapkannya ketika melakukan latihan di Russian Centre, Mesir seperti dilansir dari publikasi Egyptian Streets.

"Aku terus-menerus dikritik oleh teman-temanku yang sepertinya tidak melihat apa yang aku lakukan tapi lebih ke busanaku. Aku di sini mencoba menyampaikan pesan bahwa hijab dan balet bisa berjalan beriringan," ujar Nada.

Dirinya bercerita kalau sudah belajar gerakan-gerakan kelenturan tubuh seperti split sejak usianya lima tahun. Kemudian saat memasuki usia remaja, ia mulai mencari sekolah yang mengajarkan balet.

Hijaber 20 tahun ini mengaku kesulitan menjadi kelas tari balet di kawasan tempat tinggalnya di Alexandria, Mesir. Namun ia tidak putus asa, keyakinannya juga semakin kuat setelah menonton film yang mana salah satu pemainnya ballerina terkenal di Mesir, Nelly Karim.



Meski mempunyai keinginan kuat menjadi ballerina, namun sang ibunda kurang setuju. Ibunya masih berpikir ini hanya keinginan sementara dari Nada yang terpengaruh film. Prasangka ibu ternyata salah karena menjadi ballerina merupakan minat yang sangat ingin ditekuni oleh mahasiswi kedokteran hewan di salah satu universitas Mesir itu.

Karena sang ibunda kurang setuju, ia pun kesulitan mencari sendiri kelas balet di Mesir. Akhirnya ia berhasil bergabung dengan klub olahraga sederhana dengan fasilitas yang minim. Ia sempat berlatih selama dua tahun lalu memutuskan pindah karena klub tersebut menutup kelas balet.

Tidak putus asa, Nada kembali mencari tempat lain untuk melanjutkan passion-nya. Ia kemudian bergabung di tempat pelatihan budaya Russian Centre. Bahkan, ia pun bisa bertemu Sarah, asisten pelatih balet yang juga menggunakan hjab.

Sarah juga lah yang membantu membela Nada ketika ia dikritik oleh teman-teman lainnya. Selama di Russian Centre, Nada berlatih keras hingga ia berpeluang tampil di pertunjukkan budaya. Ketika akan tampil pun, teman-temannya menyarankan Nada melepas hijab karena takut banyak orang tidak hadir. 

Meski demikian, Nada tak menyerah, ia tetap tampil menggunakan hijab. Penampilannya cukup menyita perhatian. Di usia 18 tahun, Nada benar-benar menjadi ballerina berhijab dan sering tampil dalam berbagai pertunjukkan balet. Ia bahkan bergabung dengan lembaga budaya yang lebih besar yakni Opera House.

"Di Opera, orang-orang memberi dorongan dan membantuku berdandan lebih baik. Aku sekarang sering tampil di hadapan khalayak. Para ahli balet mengatakan kalau gerakanku secara teknis sudah sempurna. Mereka tidak mengomentari pakaianku atau melihat fakta kalau aku serba tertutup," pungkasnya.

Kendati dirinya sudah banyak dikenal namun ia masih sering mendapat kritik netizen ketika menggunggah fotonya ke media sosial. Beberapa pengguna Facebook masih menganggap bahwa tari dan hijab tidak bisa berjalan seirama.

"Sayangnya apa yang orang mungkin tidak mengerti adalah balet bukanlah sesuatu yang porno atau kurang sopan,” kata Nada.

Baginya balet adalah seni dan ia tidak tahu apa alasan dirinya tidak menjadi seorang ballerina berhijab.

“Aku berusaha melakukan hal yang benar. Aku tidak mengatakan bahwa aku sudah sempurna tapi aku selalu berusaha menjadi lebih baik. Aku berharap bisa terus menjadi seorang ballerina dan tetap memakai hijab," tukasnya. (nat/egyptianstreets/dbs/foto:wolipop) 

Responsive image
Other Article
Responsive image